BEM FK Langsungkan Berbagai Kegiatan di Salena

Ket Foto: Foto bersama anggota BEM FK Untad di Desa Salena (Foto: dok. BEM FK)

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad), menggelar berbagai kegiatan dalam program Desa Binaan di Desa Salena Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, pada Sabtu, (31/08). Kegiatan Bina Desa tersebut dilaksanakan melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK.

Ketua BEM FK, Fajar Abubakar Sanusi menjelaskan bahwa Desa binaan merupakan Program kerja dari BEM FK, khususnya pada divisi Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang bertujuan mewadahi mahasiswa kedokteran terutama angota BEM FK untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian terhadap masyarakat.

BEM FK juga melakukan survey ke puskesmas di Desa Salena untuk mengetahui penyakit terbanyak yang diderita oleh masyarakat sekitar, sehingga dapat mengedukasi masyarakat tentang pencegahan atau pengobatan penyakit tersebut.

“Tujuan diadakannya proker Desa binaan ini yang pertama sebagai wadah bagi kami anggota BEM FK untad melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebelumnya kita telah mengadakan survey ke puskesmas-puskesmas di sana untuk mengetahui kondisi masyarakat Desa Salena,” jelasnya.

Desa Salena merupakan Desa yang terpilih untuk dijadikan sebagai desa binaan. Ditetapkan pada tahun 2013 sampai tahun 2020. Ditahun 2019, BEM FK mengadakan acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Diantarannya BEM FK membuat gapura selamat datang di pintu masuk  Desa Salena.

Selain itu, BEM FK telah membuat program pemeriksaan kesehatan secara gratis, mengedukasi anak-anak di Desa Salena tentang pentingnya menyikat gigi, dan bagi-bagi sembako.

“Inisiasi Desa binaan di Salena sudah ada sejak tahun 2013, dan untuk perjanjian MOU nya ditahun 2015 sampai tahun 2020. Untuk tahun ini, kami membuat kegiatan beda dari sebelumnya, kegiatan  ini adalah sebagai penutup dari kegiatan kami sebelumnya,” tambahnya.

Koordinator Divisi Pengmas, Ryzki, mengatakan bahwa alasan mereka memilih Desa Salena sebagai Desa binaan karena masyarakat disana masih sangat kurang tentang hal-hal yang berbau kesehatan. Juga karena pravalensi penyakitnya beragam dan cukup tinggi.

“Karena masyarakat di Salena masih sangat tidak tersentuh oleh masyarakat luar, dan juga pravalensi penyakitnya itu di sana beragam dan cukup tinggi. Serta belum tahu banyak mengenai pola hidup sehat yang baik,” ujarnya.

Karenannya, Ryzki berharap bahwa ke depannya Desa Salena menjadi lebih baik lagi, mengingat Desa tersebut adalah Desa wisata.

“Harapan kami untuk Desa Salena ke depannya bisa lebih baik lagi, kesehatan dan kebersihan di sana lebih ditingkatkan dan mungkin dari pemerintah juga bisa memperhatikan Desa Salena, mengingat Desa itu bisa menjadi Desa wisata karena adanya paralayang,” tutupnya. NB

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here