Berbagi Inspirasi Bisnis Digital, IYL dan Tokopedia Sambangi Untad

Ket. Foto : Pemberian materi, oleh Senior business lead Tokopedia dalam seminar “Millenal Menjadi Milader” (Foto: Vivi/MT)

Melirik pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) di era digital dan tantangan, serta peluang bonus demografi, Indonesian Young Leaders (IYL) menggelar seminar nasional bertema “Millenal Menjadi Miliader”. Berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), Universitas Muhamadiyah (Unismuh) Palu dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, komunitas yang dipelopori Mohammad Iqbal Al Islami (Pertanian 2015) itu, menghadirkan Senior Business Lead Tokopedia, Reska Donaga, di Teater Room Untad, pada Minggu (13/10).

Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfud MP, mengatakan saat ini modal uang sudah tidak menjadi kendala untuk memulai bisnis, hanya dibutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi di era digital ini. olehnya ia berharap peserta seminar dapat memanfaatkan dengan baik kehadiran Tokopedia dalam seminar tersebut.

Wira Andika selaku ketua Panitia melaporkan, mengingat angka pengangguran yang meningkat, genarasi muda dituntut untuk menciptakan lapangan kerja. Olehnya, IYL tergerak menggelar kegiatan yang dihadiri 640 peserta dari mahasiswa dan pelaku usaha itu, guna berbagi pengetahuan bisnis di era digital.

“Generasi millenial dituntut untuk berwirausaha di era digital, guna perkembangan dan kemajuan bangsa khususnya di bidang ekonomi, mengingat angka pengangguran yang setiap tahun semakin meningkat. Oleh karena itu, IYL melaksanakan kegiatan pendidikan kepada mahasiswa dan pelaku usaha dalam bentuk seminar nasional dengan tema “millenial menjadi miliader”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang digital marketing, meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap perekonomian bangsa dan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara pelaku usaha dan mahasiswa se-Sulteng,” terang Andika.

Direktur Utama IYL, Supardi Mursid, menyampaikan tantangan di era digital juga tidak boleh luput dari perhatian generasi millenial. Olehnya, kehadiran Tokopedia, pimpinan universitas dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut, diharapkan mampu berbagi pengetahuan dan dukungan, guna perkembangan ekonomi Sulteng, khususnya bagi generasi millenial.

“Kita tahu, ada tantangan besar yang harus kita hadapi yang dikenal dengan digitalisasi. Tentunya hal ini harus menjadi fokus perhatian, baik pemerintah maupun anak muda, karena kita tahu bahwa meskipun ekonomi tumbuh kalau tidak disertai dengan penguasaan terhadap teknologi, maka kita tidak akan mampu bersaing. Saya berharap, ayahanda, Ibunda jangan biarkan ananda berjuang sendiri, kami butuh respon, kami butuh sambung tangan dan kami butuh bangkit bersama,” tandasnya.

Senior Business Lead Tokopedia, Reska Donaga, dalam materinya menyampaikan bahwa kehadiran Tokopedia dan platform lainnya bukan untuk mengurangi lapangan kerja, tapi memperluas lapangan kerja. Ia pun menyampaikan 3 prinsip yang dimiliki Tokopedia sangat cocok untuk diterapkan oleh semua pelaku usaha.

“Tokopedia berkontribusi sebesar 1% dari perputaran uang di seluruh Indonesia. Kehadiran Tokopedia dan bisnis online lainnya bukan untuk mematikan bisnis konvensional, tetapi justru membuka lapangan pekerjaan. Adanya penetrasi internet 70% market penjualan akan semakin wide, bisnis offline tetap jalan dangan promosinya sendiri dan dengan cara online, penjualan mereka bisa lebih tersebar ke seluruh Indonesia. Tokopedia punya 3 DNA yang sangat bagus bagi mahasiswa untuk growing usahanya, pertama focus on consumer, kita harus tahu costumer butuh apa, ke-2 growth mindset, kita tidak butuh balancing, kita hanya butuh adapting dengan teknologi dan ke-3 making happen making better yaitu memberikan yang terbaik untuk costumer kita,” tandasnya.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here