Dies Natalis 38, UNTAD Terima 2 Profesor

Ket foto: Prof Nurdin saat menyampaikan pidato anggota baru dewan profesor (Foto: Muh. Ryan, S.Ak/Humas Untad)

Bersamaan dengan pelaksanaan Dies Natalis Untad ke-38 dan Wisuda lulusan 98, UNTAD juga menerima 2 Profesor di bidang Gizi dan Pertanian. Momen tersebut, merupakan hari kehormatan bagi Prof Dr Nurdin MSi MKes dan Prof Dr Ir Effendi MSi yang diterima sebagai anggota dewan profesor UNTAD di Auditorium Fakultas Kedokteran, pada Selasa (20/08).

Dalam Pidatonya, Prof Nurdin menyampaikan hasil penelitiannya yang berjudul “Antioksidan dan Aktivitas Fisik dalam Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2)”. Ia menyampaikan bahwa antioksidan akan mengurangi kemungkinan berkembangnya komplikasi diabetes, melalui penetralan spesies oksigen reaktif. Prof Nurdin melanjutkan, selain konsumsi antioksidan, aktivitas fisik dan rasa syukur terhadap nikmat Allah, juga berperan dalam mempengaruhi aktivitas penyakit DMT2.

“Latihan fisik meningkatkan penyerapan glukosa pada otot penderita DMT2. Hindari gaya hidup sedentary (kurang gerak), sehingga glukosa yang menumpuk dalam darah dapat diserap oleh sel otot untuk diubah menjadi energi sehingga keseimbangan glukosa tetap terjaga. Beberapa kegiatan yang termasuk dalam aktivitas fisik adalah jalan sehat, mencuci, memasak dan olahraga. Terlepas dari pola makan dan gaya hidup, hidup penuh rasa syukur dengan semua nikmat Allah yang diberikan juga turut berkontribusi terhadap kesehatan melalui aktivitas hormon serotonin dan endorpin,” imbuhnya.

Selain Prof Nurdin, Prof Effendi juga menyampaikan penelitiannya tentang “Efisiensi Usaha Tani Dalam Menghadapi Era Industri 4.0”. Ia menuturkan, perkembangan teknologi pertanian dunia terus meningkat sehingga produktivitas pertanian produktivitas pertanian negara-negara tetangga terus melampaui Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus mengejar ketertinggalan tersebut, terlebih bidang pertanian merupakan prioritas dalam pengentasan kemiskinan yang menjadi tujuan utama negara ini.

“Indonesia harus meningkatkan produktivitas pertanian untuk meningkatkan kehidupan rakyat yang terus bertambah. Penggunaan bibit unggul, bahan organik, frekuensi mengikuti penyuluhan dan pelatihan, akses kredit di bank, akses pasar, partisipasi perempuan dan gender menejer usaha tani merupakan variabel penting untuk meningkatkan output, sehingga menambah pendapatan bagi petani dan akan mengurangi kemiskinan di pedesaan, sehingga dalam era industri 4.0, variabel tersebut perlu dipertimbangkan,” tandasnya.

Ketua senat, Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MP mengatakan, bahwa dosen berkewajiban mentransformasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahaun dan teknologi melalui publikasi. Darma pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi kebanggaan setiap dosen dalam menjalankan tugas-tugas menyampaikan nilai-nilai kebenaran ilmiah, seperti yang termaktub dalam Permenristek No. 20 tahun 2017 pasal 1.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here