Kolaborasi FMIPA dan BRM Siapkan Proposal Berkualitas

Ket. Foto: Pemberian Plakat oleh Ketua Panitia (Dr Annawaty) kepada pemateri (Prof Syafruddin Side) (Foto: dok. Panita Penyelenggara)

Berkolaborasi dengan pihak fakultas, BRM FMPA menggelar Klinik PKM untuk membedah proposal PKM mahasiswa FMIPA. Bertempat di Aula FMIPA (26/09), kegiatan perdana tersebut, diisi oleh salah 1 reviewer PKM, Prof Syafruddn Side. Dalam kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA, Dr Lif Sc I Nengah Suwastika MSc MLif Sc itu, turut hadir para ketua jurusan dan koordinator prodi se-FMIPA dan dosen pendamping PKM.

Ketua panitia, Dr Annawaty, menuturkan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi rasa keprihatinan terhadap kurangnya peningkatan peserta PKM yang didanai dari FMIPA dari tahun ke tahun. Ia pun menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan membekali mahasiswa dalam menyusun proposal PKM, agar lebih berkualitas dan lebih berpeluang untuk didanai, bahkan bisa lolos ke PIMNAS.

“Meskipun hampir setiap tahun FMIPA selalu menjadi penyumbang terbesar bagi Untad dalam hal mahasiswa yang didanai PKM-nya, namun prestasi itu seperti jalan di tempat. Untuk itulah workshop ini diadakan dengan harapan bisa mendongkrak jumlah proposal PKM dari mahasiswa FMIPA yang didanai,” terangnya.

Ia melanjutkan, karena jumlah peserta yang dibatasi, sehingga tidak semua nggaota tim PKM berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Olehnya ia berharap ketua PKM yang hadir dapat meneruskan informasi yang telah didapatkan di kegiatan itu kepada anggota timnya.

Pada kegiatan tersebut dipilih beberapa proposal dari berbagai bidang untuk dibedah dan diberi masukan untuk peningkatan kualitas proposal. Sehingga memperbesar peluang proposal tersebut untuk menembus ketatnya persaingan di PKM. Ia meneruskan bahwa pemateri, Prof Syafruddin Side,  yang merupakan guru besar Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar itu menyampaikan kiat-kiat untul lolos PKM.

“Beliau menekankan sebagus apapun konten proposal yang telah disusun oleh mahasiswa, namun apabila format penulisannya tidak sesuai panduan yang telah ditetapkan, maka proposal tersebut akan langsung direject pada seleksi tahap pertama. Beliau juga menyampaikan untuk dapat menembus ketatnya seleksi PKM, konten proposal sebaiknya memiliki kebaruan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ketua BRM, Rina Hardianti, melaporkan terdapat 44 proposal yang berasal dari semua program studi di FMIPA didaftarkan dalam klink PKM tersebut. Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para peserta lebih dapat meningkatkan kualitas proposal mereka.

“Ada 44 proposal, yaitu 8 proposal dari Bioligi, 2 Kimia, 13 Farmasi, 9 Fisika, 4 Teknik Geofisika, 7 Statistika, dan 1 Matematika. Harapan saya setelah kegiatan ini, peserta bisa meng-upgrade kualitas proposalnya dan lebih detail untuk melihat panduan, ide-idenya juga dikembangkan lagi dan lebih kreatif lagi,” harapnya.

Ia juga berharap semoga ke depannya BRM dapat terus berkontribusi dan menjadi wadah untuk mahasiswa dalam berkreasi di bidang KTI. Vv