Kuliah Umum Prodi Ilmu Komunikasi Hadirkan Ketua Penelitian Hibah Komunikasi Bencana Kemenristekdikti

Ket. Foto: Dr Puji Lestari SIP MSi saat memaparkan materi (Foto: Nursyamsi/MT)

Kamis (26/09) – Ketua Penelitian Hibah (Komunikasi Bencana) Kemenristekdikti 2008-2019 hadiri kuliah umum yang diselenggarakan Program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad). Bertempat di ruang senat FISIP, kegiatan tersebut mengusung tema “Komunikasi dan Resiliensi Masyarakat Menghadapi Bencana”.

Dalam pemaparan materinya, Dr Puji Lestari SIP MSi menjelaskan bahwa peran Perguruan Tinggi dalam pengelolaan bencana yaitu melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesuai dengan peran fungsi mereka sebagai lembaga pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Komunikasi bencana memiliki cakupan yang luas dalam konteks kebencanaan yakni pada saat prabencana, saat terjadi bencana, dan pasca bencana.

“Komunikasi dapat berfungsi sebagai radar sosial yang memberi kepastian kepada pihak lain mengenai adanya bencana di suatu tempat. Upaya untuk bangkit dari kondisi mental yang tidak menguntungkan atau goncangan psikologis dan menuju kepada kondisi semula diperlukan kemampuan yang disebut resiliensi,” jelas Dr Puji Lestari.

Dosen Magister Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) ini mengungkapkan, bahwa idenya dalam penelitian komunikasi bencana berawal dari pengalamannya yang juga pernah mengalami bencana. Ia menyebutkan perasaan yang dialaminya dengan komunikasi hati.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr Muhammad Khairil SAg MSi dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Dr Puji Lestari adalah orang yang mumpuni, terbukti dengan ia yang baru saja menerbitkan jurnal ASPIKOM.

“Oleh karenanya, melalui pengalaman dan ilmu yang dibagikan oleh Dr Puji Lestari jelang satu tahun pasca gempa semoga dapat menjadikan kita lebih kuat, bertoleransi dengan baik, dan solidaritas yang erat melalui bencana yang sama-sama kita lewati. Sehingga, mari bersinergi bersama dan mengikuti proses kegiatan dengan baik. Semoga hasilnya memberikan manfaat yang besar,” ucap Dekan FISIP.

Sementar itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr Ilyas SSos MIKom dalam sambutannya mengatakan bahwa Kajian Ilmu komunikasi dalam konteks kebencanaan itu belum banyak terelaborasi dalam bentuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia menambahkan bahwa literasi tentang kebencanaan dan resiliensi masyarakat terhadap bencana juga belum ada.

“Sebagai daerah yang rawan bencana, seharusnya kita bisa bersumbangsih banyak melalui keilmuan yang kita punya. Kiranya dengan diadakannya kuliah umum ini, mahasiswa bisa menimba ilmu komunikasi bencana langsung dari ahlinya,” ujar Dr Ilyas.

Pada kesempatan yang sama, Andi Akifah SSos M ICT selaku ketua panitia kuliah umum, mengungkapkan bahwa Dr Puji merupakan pakar dalam penelitian tentang komunikasi bencana. Olehnya, pengalaman dan ilmunya sangat dibutuhkan untuk mahasiswa dan juga dosen.

“Kita mengetahui kapasitas Dr Puji Lestari dalam penelitian komunikasi bencana itu sudah banyak. Dan beliau juga pemegang beberapa jurnal yang terakreditasi di SINTA 2 yang merupakan skala tertinggi di tingkat nasional. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan ilmu beliau untuk mahasiswa dan juga kami para dosen,” ungkap Andi Akifah. NSD