Peringati Hari Hewan Internasional, KOMPHAS Gelar Seminar Nasional Konservasi Satwa Endemik

Ket. Foto : Foto bersama diakhir acara Seminar Nasional KOMPHAS (Foto: dok. SiloLanginews)

Jumat (4/10) – Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Pemerhati Satwa (KOMPHAS) Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN) gelar seminar nasional dengan mengusung tema,  “Berani Berperan Dalam Pelestarian Satwa”. Bertempat di Media Center, Seminar tersebut dirangkaikan dengan kampanye satwa.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Dekan FAPETKAN, Porf Ir Burhanudin Sundu MSc Ag PhD, menjelaskan tentang kondisi kehidupan satwa saat ini. Ia menyampaikan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem.

“Kerusakan habitat, kerusakan hutan, menjadi pemandangan yang rutin kita saksikan di negeri ini. Implikasinya kemudian adalah ketika kita mengatakan bahwa bumi adalah sebuah ekosistem, maka spesies-spesies yang ada di dalamnya adalah sebuah sub sistem,” ujarnya.

Iksan  Maulvi Ahmad, selaku penggagas dari kegiatan tersebut menjelaskan bahwa tema tersebut  diambil karena masyarakat luar banyak yang mengetahui akan pentingnya pelestarian satwa, namun tidak berani berperan. Tema tersebut juga sekaligus bentuk kampanye bahwa KOMPHAS berani berperan dalam pelestarian satwa.

“Karena jika kita melihat di masyarakat, banyak masyarakat yang paham bahwa satwa endemik perlu dilestarikan tapi mereka tidak berani berperan. Ini juga bertepatan dengan World Animal Day dan kita mengkampanyekan satwa agar pelestarian satwa dapat terjaga. Nah tema itu, salah satu bentuk kampanye kita juga bahwa KOMPHAS itu tidak hanya berani merayakan, tetapi juga berani berperan dalam pelestarian satwa,” jelas Iksan, Mantan Ketua KOMPHAS 2017 .

Ketua Panitia, Afin Alakasih, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran, serta pengetahuan  akan pentingnya menjaga dan melestarikan satwa endemik yang ada di Pulau Sulawesi. Ini dimaksudkan agar aset bersama tersebut terjaga kelangsungan hidupnya.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan  kepada seluruh mahasiswa Universitas Tadulako akan pentingnya menjaga dan melestarikan satwa endemik yang ada di Pulau Sulawesi, karena bagaimanapun  itu adalah aset kita bersama,” ungkapnya.

Sasaran dalam kegiatan tersebut adalah mahasiswa Universitas Tadulako. Mahasiswa yang notabenenya merupakan Agen Of Change, sangat diharapkan kontribusinya dalam upaya pelestarian satwa endemik.

Afin berharap agar ke depannya satwa-satwa tersebut tidak sekadar menjadi cerita belaka. Ia ingin agar masyarakat bisa melihat secara langsung bentuk dan fisik dari satwa endemik.

“Pelestarian satwa endemik memungkinkan ke depannya kita tidak hanya mendengar cerita mengenai satwa tersebut, tetapi ada bukti autentiknya. Kami ingin ke depannya masyarakat  bisa melihat bentuk dan fisiknya,” ucapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh empat pemateri yakni, Ir Jusman sebagai Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Yeka Kusumajaya sebagai Anggota Gimbal Alas Indonesia dan Rakata Solusi. Dr Ir Muh Sadik Arifuddin MSc sebagai Akademisi Konservasi Satwa Rusa Timor sekaligus Dosen Pembina Komunitas Pemerhati Satwa, serta Dr Ir Fadly Y Tantu sebagai Akademisi Konservasi Satwa Biota Air, yang juga merupakan Dosen Pembina Komunitas Pemerhati Satwa. NZN

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here