Peringati Satu Tahun Pasca Bencana, Jurusan Fisika Hadirkan Berbagai Tokoh

Ket. Foto: persiapan pembukaan kegiatan seminar nasional fisika 2019 di gedung Conference Room IT Centre (Foto: Ervin/MT)

Dalam rangka memperingati setahunnya pasca bencana Pasigala (Parigi, Sigi, Donggala dan Palu) Jurusan Fisika, Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Tadulako (Untad) menggelar Seminar Nasional dengan tema, “Bencana Alam dalam Perspektif Sains”, di gedung Conference Room IT Centre, pada Sabtu (28/9).

Kegiatan seminar ini menghadirkan Ahli Geofisika dalam perspektif sains dan para pemateri lainnya serta menghadirkan perwakilan pemerintah yaitu Letjen Doni Monardo selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr Mudrik Rahmawan Daryono dari Divisi Tanah Dynamics dan Geologi Bencana (LIPI), Suratman Natayuda Msi ahli dalam bidang kajian Material Sains, Dr Daryono Ssi MSi selaku ketua Pusat Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami (BMKG), Dr Andri Dian Nugraha SSi MEng selaku ketua Himpunan Ahli Geofisika (HAGI) dan Dr Muhammad Rusyidi H MSi sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untad.

Ditemui reporter Media Tadulako, ketua panitia Elisa Sesa PhD menuturkan bahwa kegiatan Seminar Nasional yang diadakan untuk memperingati 1 tahun bencana gempa, tsunami dan liquifaksi yang melanda Kota Palu tahun lalu.

“Sebelumnya kegiatan ini direncanakan diawal September untuk menyambut mahasiswa  baru dalam kuliah umum. Namun kami berpikir kenapa tidak diadakan tanggal 28 September saja yang pas dengan setahunnya pasca bencana. Sehingga kami mengambil momen berharga ini,” jelas Elisa.

Selanjutnya Elisa Sesa PhD menjelaskan, bahwa kegiatan seminar nasional tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan para pemakalah yang berasal dari kalangan dosen yang akan mempresentasikan papernya pada kegiatan ini. Sejumlah paper yang dipresentasikan dan dianggap layak akan diterbitkan di jurnal IOP Science.

“Kita sudah berhasil melobi salah satu situs penerbitan Jurnal Physics, yaitu pada jurnal IOP Science dan sudah ada draft kerja sama. Sehingga paper-paper disini yang dipresentasikan dan layak akan dipublikasikan. 40 Paper yang ada ini akan diusahan untuk terbit di Jurnal Internasional tersebut,” sambungnya.

Sementara Dr Andri Dian Nugraha menuturkan bahwa melalui Seminar Nasional ini, dirinya pertama kali datang ke Kota Palu. Ia berharap akan bisa mengunjungi kota indah dengan laut yang cantik ini pada kesempatan lainnya.

“Pertama kali saya lihat kota ini, kampusnya indah langsung menghadap laut. Dan itu sangat luar biasa. Ke depannya mungkin bisa ada kerja sama dalam riset dengan Geofisika Untad. Sehingga saya bisa berkinjung kembali,” ungkapnya. Er