Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Pada Taman Gizi Pangan Terpadu

Kolaborasi Dosen Pertanian dan Biologi dalam penelitian Stategi Unggulan

Ket foto: kegiatan penelitian dan penyuluhan bersama petani desa Langaleso

Pengembangan desa mitra adalah hal penting dalam aplikasi riset guna memperkenalkan sains dan iptek kepada masyarakat. Ini karena sains dan Iptek merupakan kebutuhan yang mendesak dan sejalan dengan pembangunan desa Root of problem yang harus diatasi.

Siapa saja yang terlibat dalam penelitian tersebut?

Tim pengabdian kepada masyarakat melalui PPDM ini diketuai oleh Dr Ir Abdul Rahim Thaha MP dengan Dr Umrah MSi dan Dr Asrul SP MP. Masyarakat setempat juga turut membantu upaya penerapan penelitian dan pengabdian yang berjudul “Desa Sentra Organic Farming Produktif melalui Penerapan Biofertilizer dan Biopestisida berbasis Agroteknologi pada Taman Gizi Pangan Terpadu” ini.

Di mana penelitian ini dilakukan dan mengapa memilih tempat tersebut?

Penerapan Biofertilizer dan Biopestisida berbasis Agroteknologi melalui PPDM ini, dilakukan di Desa Langaleso. Kegiatan sudah dimulai Januari 2019 dan ini pun telah memasuki tahun kedua. Lokasi ini dipilih karena suasana gotong royong masyarakat masih dapat terlihat di wilayah Kabupaten Sigi, terutama di Desa Langleso Kecamatan Dolo ini.

Mereka gotong royong melakukan penanaman pada musim tanam dan pemanenan hasil pertanian pada musim panen, kearifan lokal juga masih mereka jalankan. Hanya saja, satu hal yang memerlukan perhatian serius adalah masyarakat petani di sana, masih melakukan pengelolaan lahan pertanian secara konvensional menggunakan pestisida dan pupuk kimiawi sintetik secara berlebihan dan tidak bijaksana. Akibatnya, residu pestisida pada produk pertanian tidak dapat terhindari.

 

Apa resiko yang akan ditimbulkan, jika terjadi penumpukkan residu pestisida pada produk pertanian?

Apa bila hal ini tidak terkendali, akan berdampak pada gangguan kesehatan konsumen. Berbagai penyakit dapat ditimbulkan akibat adanya produk pertanian yang mengandung residu pestisida. Penggunaan pupuk kimiawi sintetik secara terus-menerus juga secara berlebihan menyebabkan penurunan kualitas tanah. Tanah menjadi keras sehingga menurunkan porositas, maka mikroba aerob yang berperanan dalam kesuburan tanah tidak survive dan pengelolaan tanah akan mengalami ketergantungan pada pupuk kimiawi sintetik secara terus-menerus, hingga tanah menjadi jenuh. Tanah yang jenuh akan berpengaruh pada daya serap hara ke sistem perakaran tanaman, berakibat pada penurunan produktivitas secara berkelanjutan, serta rentan terserang hama dan penyakit.

 

Bagaimana upaya yang dilakukan tim penelitian ini dan apa saja komoditi pertanian yang dikembangkan dalam Program Pengembangan Desa Mitra Pada Taman Gizi Pangan Terpadu ini?

Pengetahuan para petani sangat minim tentang akibat penggunaan bahan kimiawi sintetik. Situasi yang  dihadapi pada pengelolaan sistem pertanian dengan input bahan kimiawi sintetik, baik penggunaan pestisida maupun pupuk, berakibat negatif. Solusi serius yang perlu dikembangkan adalah penggunaan biofertilizer dan biopestisida yang merupakan potensi sumber daya hayati lokal dan dipadukan dengan kearifan lokal.

Komoditi yang dikembangkan oleh masyarakat yang tergabung dalam program ini meliputi tanaman ubi ungu, ubi merah, ubi madu dan ubi mentega, tanaman bengkuang, bawang merah, terong ungu, cabai, gambas, bunga kol, tanaman anggur, kunyit, jahe, serei bumbu, serei wangi dan lengkuas. Semua jenis tanaman tersebut kami siapkan bibitnya untuk dikembangkan oleh masyarakat.

Tim pengabdian PPDM dari UNTAD memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang cara penerapan biofertilizer dan biopestisida berbasis agroteknologi menuju produk pertanian organik.

Di tahun pertama, masyarakat diberi pelatihan tentang peranan biofertilizer dan biopestisida dan cara penerapannya. Tahun kedua ini dilanjutkan dengan pengamatan dan evaluasi hasil produk dari pasca penerapan biofertilizer dan biopestisida serta analisis produksi, dengan produk awal komoditi unggulan terdiri dari red tea rosella, tepung ubi ungu, tepung kelor, tepung kunyit.  Insya Allah tahun ketiga akan dilanjutkan dengan kegiatan olahan  pasca panen menuju keanekaragaman produk pertanian organik. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here