Sahuti Gagasan Kementrian PUPR, Teknik Sipil Hadirkan 2 Profesor dari Jepang dalam Kuliah Umum

Ket.Foto: Dr Andi Rusdin ST MT saat memberi sambutan (Foto: Nursyamsyi Dafara/MT)

Senin (07/10) – Sahuti gagasan Kementrian PUPR, Teknik Sipil adakan kuliah umum di Media Center Universitas Tadulako (Untad) sebagai rangkaian pendirian Nalodo Research Center (Pusat Likuifaksi Nasional).
Di Jakarta Pada 13 Agustus 2019, Kementrian PUPR mengeluarkan gagasan agar Nalodo Research Center (Pusat Likuifaksi Nasional) dipusatkan di Untad. Usai dikeluarkannya gagasan tersebut, Untad telah melakukan berbagai persiapan termasuk menghadirkan 2 Profesor dari tim International Expert Panel yakni Kenji Ishihara dari Chuo University, Jepang dan Prof Susumo Yasuda dari Denki University, Jepang, sebagai pembicara dalam kuliah umum.
Dekan Fakultas Teknik (FT), Dr Andi Rusdin ST MT menuturkan bahwa kuliah umum ini adalah bentuk semangat dan keseriusan civitas akademika Untad dalam menyikapi rencana pembangunan Nalodo Research Center tersebut. Hal ini menjadi penguat bahwa Untad siap menjadi Nalodo Research Center.
“Kuliah umum ini menjadi indikasi animo dan semangat civitas akademika Untad secara serius dalam menyikapi rencana pembangunan Nalodo Center tersebut. Untuk memperlihatkan pada mitra pendukung dalam hal ini Kementrian PUPR, Kementrian PPN/Bappenas, PuSGen, HATTI bahwa iklim akademik kita siap menjadi Nalodo Center,” tuturnya.
Lebih lanjut, Andi Rusdin menginginkan Nalodo Research Center kedepannya menjadi Ikon penelitian Likuifaksi berupa Pusat Unggulan Iptek yang berskala Internasional.
“Nalodo Research Center di Untad kedepannya diharapkan menjadi ikon penelitian nalodo berupa Pusat Unggulan Iptek (PUI), semisal pusat Tsunami yang ada di Unsyiah atau bahkan lebih dari itu menjadi Pusat Riset Likuifaksi skala Internasional. Sehingga kita tidak menjadi penonton di negeri sendiri, tetapi aktif menjadi bagian dari Laboratorium Dunia, untuk nalodo dan pengembangan keilmuan di bidang likuifaksi atau nalodo,” paparnya.
Senada dengan penyampaian Dekan, salah seorang dari tim penyusun proposal Nalodo Research Center, Arifin B ST MT juga memaparkan bentuk keseriusan pihak Untad atas gagasan pembangunan Pusat Likuifaksi Nasional. Ia menuturkan bagaimana upaya pihak Untad dalam menyiapkan SDM yang masih belum tercukupkan.
“Untuk sumber daya manusia kita ada beberapa yang alumni doktor, tetapi itu masih terbatas. Keterbatasan itu kita tutupi dengan menjalin kerja sama Internasional. Dalam hal ini kita membuat International Expert Panel dan National Expert Panel. Dari Pak Rektor sudah menyurati dan perhari ini sudah ada 19 International Expert Panel yang bersedia menjadi bagian dari sumberdaya. Kalau untuk Nasional sendiri, itu tersebar dari sejumlah Universitas dan asosiasi dalam negeri sudah sekitar 27 yang siap mendukung kita,” ujarnya.
Selain upaya penyediaan SDM, Arifin juga menyebutkan pihak kampus juga telah mengupayakan penyediaan infrastruktur. Hal ini berkaitan dengan lokasi pembangunan gedung Riset Center.
“Untuk lokasi, Rektor sudah merencanakan lahan di antara fakultas Teknik dengan Pasca Sarjana. Seperti itu rencananya,” sambungnya.
Arifin yang juga merupakan ketua panitia kuliah umum, berharap agar agenda serupa kuliah umum bisa sering dilaksanakan. Ia ingin pemahaman likuifaksi bisa semakin terasah.
”Dan ini akan kita lanjutkan terus. Tujuannya agar atmosfer akademik tentang kebencanaan khususnya likuifaksi bisa ter-refresh terus,” tutupnya. RAM/NSD