Tingkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan, Mapala Lalimpala FKIP Mengadakan Perang Sampah

Ket. Foto: Penerima hadiah perang sampah oleh PKKMB 2019 (Foto: Panitia)

Dalam rangka meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan cinta lingkungan, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Lalimpala, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tadulako (Untad), melaksanakan perang sampah di FKIP pada Rabu-Kamis (19-20/08).

Ketua Mapala Lalimpala Agus Purnomo berharap agar melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih aware dengan kebersihan lingkungan serta hasil pelaksanaan perang sampah dapat terimplementasi serta membawa dampak positif.

“Harapan saya tentunya mahasiswa dapat lebih aware dan peduli dengan lingkungan sekitarnya, juga melalui kegiatan perang sampah yang kami adakan, kegiatan konservasi mangrove dapat terlaksana dan membawa dampak positif bagi lingkungan dan juga masyarakat,” harap Agus.

Sementara itu ditemui reporter Media Tadulako ketua panitia pelaksana menjelaskan bahwa pelaksanaan perang sampah diikuti oleh Mahasiswa Baru (Maba) dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam konservasi Mangrove yang dilaksanakan pada 28 September.

“Kegiatan kami bekerjasama langsung dengan panitia PKKMB Fakultas dengan tujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap sampah, terkhusus kepada mahasiswa baru. Sehingga minat kepedulian terhadap lingkungan dapat terbangun,” ungkap ketua Lalimpala.

Kegiatan perang sampah diikuti oleh seluruh Maba FKIP 2019 dengan membentuk kelompok yang terdiri dari sebelas orang, dan harus mengumpulkan sampah sebanyak mungkin di area FKIP.

“Dalam perang sampah, kami mendapatkan lebih dari 20 kelompok yang berpartisipasi. Dan berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah, di lingkungan fakultas,” jelasnya.

Di awal kegiatan, setiap tim akan mengumpulkan uang pendaftaran per kelompok yang nantinya akan dipakai dalam pembelian bibit bakau dalam kegiatan konservasi September nanti, dalam pencegahan abrasi area pantai dan pohon bisa menjadi habitat biota laut.

“Hasil dana pendaftaran perang sampah akan kami gunakan untuk membeli bibit pohon bakau, yang nantinya akan kami tanam di area pantai tepatnya di kelurahan Tawaeli, dalam kegiatan konservasi Mangrove pada tanggal 28 September” paparnya.

Dr Kasmuddin Mustapa MPd selaku ketua panitia dalam kegiatan PKKMB FKIP 2019, mengapresiasi adanya kegiatan yang diadakan Mapala Lalimpala, merupakan hal positif dengan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadapa lingkungan sekitarnya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here