Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Kesehatan, FKM Langsungkan International Conference

Ket. Foto: Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof Dr Amar ST MT memberikan cendera mata pada Dr. Nigel Stace dari Newcastel University, Australia (Foto: Ikerniaty Sandili/MT)

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Tadulako (Untad), mengadakan Konferensi Internasional dengan menghadirkan pemateri dari manca Negara, dengan bertajuk “Capacity Building Public Health Public”, di aula Hotel Best Western, pada Sabtu (19/10).

Pemateri dalam Konferensi Internasional yakni Prof Dr Ma Yin Nu, dari Departemen of Community Medicine Bangladesh, Dr Nigel Stace dari Newcastle University, Australia, dan Prof Dr Ridwan Amiruddin SKm MKes MSc Ph dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Konferensi tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (Warek Banjas), sekaligus membuka konferensi dengan resmi. Selain itu konferensi itu dihadiri kurang lebih 650 mahasiswa, 7 orang presenter, dan para dosen FKM.  Dalam penyampaian sambutannya, Warek Banjas, Prof Dr Amar ST MT mengapresiasi dan bangga pada FKM atas capaiannya.

“Saya mengapresiasi FKM, khususnya kepada seluruh panitia penyelenggara dalam Konferensi Internasional ini. Serta suatu kebanggaan dalam menyambut pemateri dari universitas berbeda yang sudah datang jauh-jauh, untuk berbagi ilmu dan pengalaman di bidang kesehatan masyarakat,” tutur Prof Amar.

Lebih lanjut, Warek Banjas menjelaskan tentang sepuluh permasalahan utama dalam kesehatan dan menjadi concern publik.

“Ada beberapa permasalahan utama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, diantaranya dampak negative alcohol, food safety, health care association infectio, HIV, Obesitas, Narkoba, Tuberculosis dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya, Prof Amar menuturkan bahwa melalui Konferensi Internasional yang dilaksanakan ini, dapat menjawab salah satu solusi pada permasalahan utama dalam kesehatan, dan seluruh peserta dapat lebih mengidentifikasi isu-isu tentang kesehatan.

“Saya percaya bahwa dalam konferensi yang akan berlangsung ini, akan muncul solusi-solusi dan ide-ide yang dapat mengkaver permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dr Amar berharap agar semua peserta yang dapat memperkaya ilmu, jeli dan lebih mengidentifikasi isu tentang kesehatan yang sedang berkembang saat ini.

“Mudah-mudahan dari konferensi ini, seluruh peserta dapat memperluas pengetahuan dan informasi mengenai concern kesehatan yang ada di masyarakat, serta menjadi orang-orang yang lebih jeli dan dapat mengidentifikasi isu-isu yang berkembang berkaitan dengan kesehatan yang ada di masyarakat,” ujar Dr Amar.

Pada kesempatan yang sama, usai Konferensi, Dekan FKM, Dr Nurdin MSi MKes mengatakan bahwa konferensi tersebut merupakan kali kedua bagi FKM. Ia berharap, para peserta mampu mengambil ilmu sebanyak-banyaknya pada para pemateri yang notabene adalah praktisi kesehatan.

“Ini konferensi yang kedua. Yang pertama itu dilaksanakan oleh Gizi, dan kedua Kesehatan Masyarakat. Harapannya, kita semua dapat mengambil ilmu, dari pemaparan materi yang disampaikan para pemateri. Kami mengundang para pemateri ini, karena disiplin ilmu mereka. Mereka semua adalah praktisi kesehatan, yang tentunya mampu menambah pengetahuan bagi peserta, dan seluruh yang hadir,” ucap Dr Nurdin.

Ditemui reporter Media Tadulako, Dr Rosmala Nur MSi selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa, konferensi nasional diadakan dalam rangka meningkatkan akreditas dari FKM, karena menjadi salah satu syarat dari akreditasi.

“Latar belakang diadakannya konferensi nasional adalah tuntutan dari FKM tentang akreditasi yang akan datang. Pada salah satu persyaratan outputnya mahasiswa harus pernah mengikuti International Conference dan menjadi presenter dalam International Conference,” jelas Dr Rosmala.

Dr Rosmala menambahkan, selain dengan mengejar pencapaian akreditasi, konferensi internasional yang diadakan juga bertujuan untuk menampilkan serta mempublikasikan hasil penelitian dari dosen-dosen FKM.

“Selain itu konferensi nasional ini juga ditujukan agar dosen-dosen dari FKM dapat mempublikasikan hasil penelitiannya, dan dapat diupload jurnal internasional,” tambahnya.

Pada pelaksanaanya, Dr Rosmala mengatakan bahwa Konferensi Internasional ini baru dapat terlaksana di tahun ini, dikarenakan bencana alam yang menimpa kota Palu dan sekitarnya di tahun kemarin.

“Sebenarnya, pelaksanaan kegiatan ini dijadwalkan dan direncanakan pada bulan Oktober tahun lalu, agar cepat dalam mengejar akreditasi. Tetapi kita tidak tahu rencana Tuhan, sehingga kegiatan Internasional Conference harus diundur dan terlaksana pada hari ini,” pungkas Dr Rosmala.

Dalam pelaksanaannya ada kurang lebih 800 peserta, dan beberapa diantaranya merupakan agensi kesehatan, keluarga berencana dan populasi nasional, kepala kantor kesehatan kota Palu dan kepala kantor kesehatan provinsi Sulawesi Tengah.

“Dengan adanya budaya akademik seperti ini, tentunya kami berharap agar FKM dapat menjadi lebih maju, dan bisa setara dengan FKM yang ada di universitas lainnya. Dan diakhir dari kegiatan ini semua peserta dapat mendapatkan manfaat serta menerapkannya dalam kehidupan mereka khususnya di bidang akademik dan kesehatan,” papar Dr Rosmala.

Salah seorang pemateri, Dr Ma Yin Nu, menjelaskan tentang Foricibly Fisplaced Myanmar National (FDMNs) yaitu perkumpulan lembaga kemanusiaan yang membantu merilis dokumen untuk bantuan kesehatan yang diberikan kepada Rohingya kepada para penderita Tuberculosis.

“Ada sekitar 919.000 pengungsi Rohingya orang menghadapi masalah kesehatan yang serius salah satunya Tuberculosis (TB), menyeberang menggunakan rakit dari Myanmar ke Bangladesh sejak bulan Agustus 2019,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut Prof Ma Yin Nu, menuturkan bahwa pemerintah Bangladesh telah menyediakan tenda-tenda kesehatan dan mendirikan, laboratorium mikroskopi dan fasilitas untuk tes pada pengidap TB.

“Pemerintah Bangladesh telah mendirikan 199 camp kesehatan, selain itu Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) juga mendirikan 15 laboratorium mikroskopis dan 2 fasilitas khusus penanganan gen untuk tes kasus TB,” tuturnya.

Dari data penelitian National Tuberculosis Control Program yang dilakukan di tenda-tenda pengungsian Ukhiya dan Teknaf, tercatat lebih dari 4000 orang yang diperiksa mengidap TB.

“Ada 4725 orang total pengungsi yang dilaporkan mengidap TB, selama beberapa waktu kami mencoba membantu dengan memberikan pengobatan, dan program orientasi untuk penyembuhan para penderita TB,” jelasnya.

Diakhir materinya Prof Ma Yin Nu menuturkan, agar kiranya pemerintah dan masyarakat sekitar menjadi lebih aware serta melatih lebih banyak tenaga kesehatan, agar dapat tercapainya prosperity  pada masyarakat di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, selain pemateri ada sejumlah tim yang akan presentasi, diantaranya (1) Diah Mutiasari, Indah Puspasari Kiay Demaki, dan miranti dengan judul Clean and Healthy Lifestyle Behavior Three Months Post Disaster Palu. (2) Rosmala Nur ST, dan Ika Fitrasyah dengan judul Womens Reaction and Helah Disorders Caused By Abuse During The Pregnancy-Postpartum Period. (3) Hermawan dengan judul Implementation of Local Regulation No 3 On 2015 About Smokr Free Area at Kamonji Community Health Center Palu Barat District Palu. Dan (4) Tamrin Talebe, Haerani Harun, Anwar Daud, Veni Hadju, Ridwan Amiruddin, Rahma, Abdul Faris, Miranti, M Sabir denan judul penelitian The Quran View of Cigarette Smoke Exposure in Pregnant Mothers. Adr/Jnk/Pr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here