Tingkatkan Persentase Jabatan Akademik, Untad Laksanakan Bimtek

Ket. Foto: Penyerahan Cendera mata oleh Rektor Untad kepada Prof Dr Bunyamin Maftuh MPd MA ST MT (Foto: dok. Humas Untad)

Dalam rangka percepatan kenaikan jabatan dan pangkat bagi dosen yang menduduki jabatan akademik Lektor Kepala dan Profesor, Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Kenaikan Jabatan Lektor Kepala dan Profesor, di Gedung Media Centre, pada Selasa-Rabu (08-09/10).

Kegiatan Bimtek dihadiri Direktur Karir dan Kompetensi Sumber Daya Manusia, Dekan-dekan fakultas, Ketua Dewan Pertimbangan, Tim Penilai Angka Kredit, dan dosen-dosen di lingkup Universitas Tadulako, dengan menghadirkan pembicara dari Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan Dikti Kemristekdikti, Prof Dr Bunyamin Maftuh MPd MA dan Mochamad Panji Pujasakti ST MT.

“Pelaksanaan Bimtek saat ini, merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua. Hampir semua yang hadir di sini mau jadi profesor, karena semua yang diundang dan hadir pada umumnya lektor kepala, mulai dari Warek, Dekan sampai kepada dosen,” tuturnya Rektor Untad Dr Mahfudz MP dalam sambutannya.

Dr Mahfudz mengungkapkan bahwa berdasarkan audit direktorat, ada beberapa dosen yang sudah begitu lama menempati jabatan akademik di lektor kepala, padahal tinggal selangkah lagi menuju profesor.

“Dengan kehadiran Prof Benyamin bisa menimbulkan semangat, terutama pada senior-senior kita yang nyaris menghadapi pensiun,” katanya.

Dr Mahfudz menambahkan, bahwa hal terpenting lainnya adalah penyebaran guru besar tidak merata di beberapa fakultas, bahkan beberapa diantaranya akan segera pensiun, jika tidak dilakukan percepatan beberapa fakultas akan kehilangan Lektor Kepala.

“Kita harus tahu bersama, sebaran guru besar tidak merata di semua fakultas. Bahkan beberapa diantaranya akan segera pensiun. Yang tidak disadari ada kekhawatiran jika tidak melakukan percepatan, beberapa fakultas akan kehilangan lektor kepala karena pensiun,” jelasnya.

Rektor Untad mengajak semua peserta yang hadir agar bisa bergerak dan mengejar ketertinggalan dari Universitas Tadulako, agar jabatan karir akademik dapat sesuai dengan ketentuan suatu perguruan tinggi.

“Kita harus bergerak, semoga saja  dengan adanya bimtek jabatan karir, dalam hal ini jabatan fungsional lektor, lektor kepala dan profesor bisa sesuai. Karena seharusnya di satu perguruan tinggi persentase dari professor adalah sebanyak 20%, sedangkan Untad hanya sebesar 3,33 %,” paparnya.

Dalam materinya, Prof Bunyamin menjelaskan beberapa syarat yang bisa dipenuhi untuk mencapai posisi jabatan akademik yang lebih tinggi, baik dari pribadi maupun institusi

“Banyak dosen, khususnya dosen-dosen baru yang belum punya jabatan fungsional, padahal sejatinya dalam satu tahun seorang dosen muda harus sudah memiliki jabatan fungsional. Setidaknya mereka sudah berada di posisi asisten ahli,” jelasnya.

Prof Dr Bunyamin menambahkan, beberapa cara yang dapat membantu dalam meningkatkan jabatan fungsional bagi dosen, diantaranya meningkatkan angka kredit, mempublikasi jurnal, maupun memiliki karya ilmiah.

“Untuk seorang dosen muda harus membuat jurnal dan harus masuk di tingkat nasional untuk jadi assisten ahli. Dari assisten ahli ke lektor, harus stay di jabatannya minimal dua tahun, dan mengumpulkan angka kredit lima puluh, dan karya ilmiah yang disyaratkan masih di jurnal nasional levelnya,” imbuhnya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here