Dialog Kebangsaan HMI Hadirkan Dosen FISIP Untad

Ket. Foto: Dr Nur Alamsyah (tengah) saat diskusi dialog kebangsaan (Foto: Dok. Panitia)

Senin (04/11) – Dr M Nur Alamsyah SIP MSi hadir sebagai salah seorang pembicara pada Dialog Kebangsaan dengan tajuk “Polemik Nasionalisme dalam Cengkraman Politik Identitas”, di The Coffee Nokilalaki. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh mahasiswa Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad), yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat FISIP.

Ditemui reporter Media Tadulako, Dr Nur Alamsyah menuturkan bahwa sebagai akademisi, tentunya ia turut mengapresiasi organisasi seperti HMI, mengingat HMI sebagai bagian dari perjuangan bangsa Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa bangsa ini harus penuh dengan dialog, karena dialog dapat mendewasakan setiap orang.

Dalam sesi diskusi dialog kebangsaan tersebut, ia menyampaikan bahwa tradisi sekarang agar bisa menjadi lebih besar, kita harus merangkul lebih besar juga. Bangsa yang besar dapat menyebabkan kita memiliki peluang dan harapan yang besar pula.

Ia menambahkan, kultur demokrasi dibangun dari dialog. Pengkristalan politik identitas disebabkan karena ketidakadilan. Oleh karena itu, hanya satu yang dapat dilakukan dalam konteks bernegara dengan membuka keran komunikasi yaitu berdialog. Keterlibatan seluruh masyarakat menjadi sangat penting, agar bisa mencapai sebuah kesepahaman.

“Kultur demokrasi itu dibangun dari dialog. Mengkristalnya politik identitas disebabkan karena ketidakadilan. Maka dari itu, membuka keran komunikasi melalui dialog bersama masyarakat guna untuk mencapai sebuah kesepahaman,” imbuh Dosen Ilmu Pemerintahan itu.

Ia berharap, mahasiswa dapat menjadi duta peradaban bagi bangsa Indonesia. Sebab Negara ini harus dijaga dan dikembangkan kebangsaannya. Jangan sampai meninggalkan tradisi-tradisi akademik yang menyebabkan bangsa ini menjadi seperti sekarang, yaitu berdialog. Dengan dialog tersebut, semoga membuat kita tidak merasa kikuk dan tabu untuk membicarakan tujuan apa yang hendak dicapai.

Ketua panitia, Ahbib Farrih, mengungkapkan tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mengetahui peran nasionalisme dalam politik identitas. Ia berharap, dengan adanya dialog tersebut bisa memberi pemahaman tentang nasionalisme masyarakat Indonesia saat ini.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui seperti apa peran nasionalisme dalam politik identitas. Dengan adanya dialog tersebut juga, kiranya bisa memberi pemahaman untuk kita semua tentang nasionalisme masyarakat Indonesia saat ini,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh empat pembicara yakni, Sigit Purnomo Said sebagai Wakil Walikota Palu, Brigien Pol Lukman Wahyu Wiranto MSi sebagai KAPOLDA Sulteng. Dr M Nur Alamsyah SIP MSi sebagai akademisi dari FISIP Untad, dan Muh Rezky Febriansyah sebagai Ketua Umum HMI Cabang Palu. NSD