FKM Untad lakukan Pendampingan pada 16 Puskesmas di Tojo Una-una

Ket. Foto: Foto bersama Ketua Tim Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan dan Ketua Tim Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una (Foto: dok. Penyelenggara)

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (FKM Untad) bekerjasama dengan Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan RI, lakukan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan di Kabupaten Tojo Una-Una. Pendampingan tersebut dilakukan di 16 Puskemas yang tersebar di daerah kepulauan dan daratan.

Kegiatan berlangsung  pada dua waktu yakni pada Selasa (22/10) di Hotel Lawaka Kab. Tojo Una-Una, dan dihadiri Perwakilan Bappeda Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas dan Staff, serta perwakilan BPJS daerah setempat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Tojo Una-Una, pada Sabtu (30/10).  Setelah dua agenda tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan ke puskesmas dalam penyusunan anggaran kegiatan tingkat puskesmas

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan (Wadek Bima) FKM UNTAD, Muhammad Jusman Rau SKM MKes, selaku Ketua tim mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk memandu daerah agar mempunyai kompetensi yang baik dalam menyusun Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) dan/atau Rencana Bisnis Anggaran (RBA).

“Tujuan diadakan kegiatan pendampingan ini untuk meningkatkan mutu pengelolaan pembangunan kesehatan di daerah, dimana dokumen Renja OPD dan/atau RBA disusun secara komprehensif, terintegrasi dan evidence based, dimana daerah mendapatkan beberapa hal,” ujar Wadek Bima.

Lebih lanjut, Muhammad Jusman menjabarkan 5 hal yang diperoleh daerah. “Pertama, mengenali masalah kesehatan. Kedua, mampu menentukan prioritas kesehatan, ketiga,  mampu menentukan kegiatan yang mempunyai daya ungkit tinggi (prioritas) melalui penyusunan model “logical framework”, keempat, mampu menentukan peranan yang diharapkan dari lintas program, lintas sektor, swasta, perguran tinggi dan masyarakat, dan kelima, mampu menyusun kerangka acuan kegiatan dan rencana anggaran yang terintegrasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bohari SGz MKes (anggota tim) menjelaskan bahwa sasaran pendampingan ditujukan pada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-una, Kepala Bidang/Kepala Bagian/Pejabat/Staf bertanggung jawab pada perencanaan/program, dan Tim Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-una.

“Dari sasaran pendampingan tersebut, mereka akan melakukan pekerjaan dengan cakupan pekerjaan meliputi; (1) menyusun rencana kerja atau proposal teknis terkait pelaksanaan pendampingan tata kelola program kesehatan. (2) melakukan reviu atau analisis terhadap dokumen Renja OPD dan/atau RBA yang telah disusun tahun sebelumnya. Reviu atau analisis dilakukan untuk mengetahui apakah dokumen perencanaan yang telah disusun sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan daerah. (3) berperan aktif dan memberikan bantuan subtantif dan teknis yang dibutuhkan terkait dengan proses perencanaan yang saat ini sedang berjalan. (4) memberikan rekomendasi terhadap perencanaan kesehatan tahun selanjutnya kepada Dinas Kesehatan/Rumah Sakit yang didampingi. 95) Melakukan transfer of knowledge kepada Dinas Kesehatan/Rumah Sakit sehingga mampu menyusun dokumen Renja OPD dan/atau RBA secara komprehensif dan terintegrasi. Dan (6) melaporkan kemajuan pekerjaan kepada Kementerian Kesehatan,” jelas Bohari.

Pendampingan dilakukan oleh tenaga ahli dari perguruan tinggi dalam bentuk tim yang selanjutmya disebut pendamping yang terdiri dari 1 orang pembina, 1 orang  koordinator tim dan 4 orang anggota tim. Dalam pelaksanaannya, pendamping akan dibantu atau difasilitasi oleh 5 orang Tim Perencanaan Dinas Kesehatan.

Pada kegiatan tersebut, selain Bohari, 3 anggota tim lainnya  yakni Vidyanto SKM MPH, Nurhaya S Patui SKM MPH, Sendhy Krisnasari SKM MPH, dengan pembina Prof Dr Nurdin Rahman MSi MKes. Sn