Mahasiswa Agribisnis Didorong Geluti Wirausaha

Ket. Foto : Foto bersama narasumber, dosen dan pelaku usaha mahasiswa Agribisnis usai mempresentasikan usahanya (Foto: Dok. Penyelenggara)

Mencetak entrepreneur muda dan kreatif, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta) mengadakan pelatihan kewirausahaan dengan tema, “Mempersiapkan Millennial Creativpreneur Di Era Revolusi 4.0”, di Ruang Senat Faperta, pada Sabtu (02/11).

Kegiatan pelatihan kewirausahaan tersebut menghadirkan Fatimah Iskandar SE (Owner IKM Rapoviaka), Prof Dr Ir Hj Marhawati M MT (Guru Besar Universitas Tadulako), dan  Zabir SP (Owner Kebab Bang Jabir) sebagai narasumber. Ketiga narasumber itu, diharapkan mampu mengubah mindset mahasiswa Agribisnis untuk terjun ke dunia bisnis,

Dihadiri 25 peserta hasil seleksi dari angkatan 2015 sampai 2018, yang mulai melakukan kegiatan bisnis walaupun nuansa bisnisnya masih start up kecil atau mikro.

Dalam sambutannya, Dr Abdul Rahim STP MP, Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidak) Faperta sangat mengapresiasi mahasiswa Agribisnis yang sudah berani memulai atau menggeluti suatu bidang usaha. Menurutnya, meskipun bisnis skala kecil tapi sudah menjadi langkah awal bagi mahasiswa Agribisnis untuk menghadapi revolusi 4.0.

“Tujuan pelatihan kewirausahaan ini adalah untuk mendalami apa yang anak-anakku dapatkan di dalam kelas. Dalam bidang pertanian itu sendiri, sesungguhnya banyak sekali yang bisa dijadikan sebuah bisnis mulai dari hulu hingga hilir,” terangnya.

Ketua panitia sekaligus narasumber, Prof Dr Ir Hj Marhawati M MT, menekankan kepada mahasiswa bahwasanya kita berada di revolusi 4.0, antara ancaman dan peluang sama besarnya. Sehingga sejak sekarang mahasiswa harus mampu mempersiapkan dirinya untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Tantangan jaman sekarang berat sekali, kalau tidak dipersiapkan dengan kuat akan membuat kondisi bisnis Indonesia akan seperti ini saja adanya, tumbuh tetapi pertumbuhannya alami. Dilain pihak eksternal menghadapi pertumbuhan yang ekspotensial, sehingga kalau internal bidang studi tidak mempersiapkan generasinya untuk menjadi pebisnis maka kekuatan kompetitif di luar tidak mampu untuk kita menang dalam segi ekonomi,” jelasnya.

Fitri Endriani, salah seorang peserta pelatihan kewirausahaan sangat berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain sebagai wadah bertukar pikiran antar dosen dan sesama start up  dalam hal ini mahasiswa agribisnis itu sendiri, kegiatan ini juga diharapkan sebagai wadah untuk mencetak lebih banyak lagi pengusaha muda agribisnis.

“Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu mencetak generasi yang sesuai dengan temanya yaitu “creativpreneur”. Selain itu saya juga berharap bidang studi Agribisnis memanfaatkan lahan kosong di Faperta sebagai peluang bisnis, seperti halnya program “Kantin Agripreneur”.

Dalam kegiatan tersebut, peserta pelatihan juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan setiap usahanya. Selain itu, ada reward bagi peserta yang usahanya dinilai sangat potensial untuk dikembangkan. NZN