Mahasiswa Untad Eksplor Burung Maleo melalui Ekspedisi Ilmiah

Ket. Foto: Foto bersama peserta, panitia, dan pengurus Himabio (Foto: dok. Panitia Penyelenggara)

Minggu (03/11) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap habitat burung Maleo, Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Tadulako (FKIP UNTAD) lakukan kegiatan Ekspedisi Ilmiah di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.

Abdul Risal selaku ketua panitia Ekspedisi Ilmiah, mengungkapkan bahwa Ekpedisi ilmiah adalah salah satu kegiatan dari HIMABIO FKIP UNTAD yang dilakukan dengan tujuan mengungkap sebuah konsep keilmuwan mahasiswa terhadap habitat burung Maleo di alam. Kegiatan tersebut berfokus pada habitat, morfologi, serta bahaya predator terhadap burung Maleo

“Ekpedisi ilmiah yaitu salah satu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mengungkapkan sebuah konsep keilmuwan. Kegiatan ekpedisi kali ini yaitu berekpedisi ke penangkaran burung maleo Saluki, yang terletak di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Hal ini berkaitan dengan pendidikan biologi yang berkaitan tentang habitat burung maleo, aktivitasnya, dan morfologinya serta bahaya-bahaya terhadap ancaman predator,” ungkapnya

Lebih lanjut, Abdul Risal mengatakan bahwa peserta kegiatan tersebut berasal dari Mahasiswa dan alumni Pendidikan Biologi, Panitia Ekspedisi Ilmiah, dan pengurus HIMABIO yang keseluruhan berjumlah 74 orang.

“Peserta, panitia dan pengurus berjumlah 74 orang. Peserta kegiatan ekpedisi berasal dari Mahasiswa pendidikan Biologi FKIP UNTAD. Kami menemukan beberapa kendala, tetapi mampu diatasi karena kerja sama semua pihak. Sehingga kegiatan ini dapat dikordinir dan dikontrol dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ekha Widyani, salah satu mahasiswa Pendidikan Biologi yang mengikuti kegiatan tersebut, menuturkan bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Karena dapat melihat langsung Burung Maleo dan mengetahui istilah lubang tipuan atau trik Burung Maleo dalam bertelur.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi saya. Terlebih ini kali pertama saya melihat langsung Burung maleo, termasuk juga teknik bertelur Burung Maleo dengan lubang tipuan. Sebelumnya saya hanya tahu dari buku. Saat membaca, saya pikir itu lubang tipuan, ternyata Burung Maleo tidak mau bertelur di pasir karena suhu yang kurang baik untuk bertelur.  Sehingga ia bertelur di lubang, dan orang-orang menyimpulkan itu lubang tipuan” tuturnya. Er

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here