Pelantikkan dan Pengambilan Sumpah Dokter Lulusan ke-XVIII Dekan FK Harapkan Dokter Muda Tidak Berhenti Belajar

Ket. Foto: Pengambilan sumpah dokter lulusan ke-XVIII prodi profesi dokter, oleh Dekan FK di dampingi rohaniawan masing-masing agama (Foto: Vivi/MT)

Selasa, (22/10) – Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK UNTAD) kembali melaksanakan Pelantikkan dan pengambilan sumpah dokter. Berlangsung di gedung Auditorium FK, para dokter mudah didampingi rohaniawan masing-masing agama, dilantikkan dan diambil sumpahnya.

Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Dekan FK, Dr dr M Sabir MSi mengungkapkan bahwa presentasi kelulusan profesi dokter pada angkatan kali ini, harus dapat menjadi bahan evaluasi untuk melahirkan dokter-dokter muda ke depannya. Ia pun menghimbau agar mahasiswanya yang belum berhasil lulus ujian kompetensi dokter juga bisa mendapat perhatian.

“Dinyatakan lulus ujian kompetensi, maka itulah rasa bahagia yang tak terhingga. Alhamdulillah di periode Agustus yang lalu dari jumlah peserta yang mengikuti ujian kompetensi, alhamdulillah kita bisa lulus 81%. Namun, ini artinya dengan kelulusan ini kita tidak perlu terus berbangga, karena masih ada anak-anak kita yang masuk kategori retaker. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana kita mempersiapkan anak-anak kita yang sudah retaker ini? Tentu dengan kontribusi besar dari kita, baik pembimbing klinik maupun pembimbing yang ada di FK, agar kiranya anak-anak kita yang sudah retaker bisa lulus ujian kompetensi juga. Menurut saya ini yang jauh lebih penting,” tuturnya.

Ia berharap bagi dokter-dokter berprestasi juga dapat memberikan dedikasinya kepada fakultas. Ia pun berharap, agar dokter yang telah diambil sumpahnya tidak berhenti belajar dan tetap mengutamakan bakti kepada orang tua mereka.

“Saya berharap bagi anakk-anakku yang memiliki prestasi yang bagus, terbuka ruang yang luar biasa untuk bisa berkontribusi masuk menjadi pendidik di FK. Menurut saya paling utama adalah tidak boleh berhenti belajar, karena belajar itu harus sepanjang hayat. Saya berpesan kepada anak-anakku, bahwa kekuatan terbesar kita ada di orang tua. Oleh karena itu, untuk anak-anakku sekalian jangan lupa berbakti,” harap dr Sabir.

Wakil Rektor Bidang Akademik (Warek Bidak), Dr Lukman MHum, yang turut memberikn sambutannya pada sumpah dokter angkatan ke-XVIII itu, menyampaikan bahwa dokter bukanlah sebuah profesi yang mudah. Namun, profesi tersebut juga mendapatkan kedudukan istimewah di tengah masyarakat, sehingga ia berharap para dokter dapat menjaga amanahnya.

“Saya kira pada hari ini kita sama-sama merasakan bahagia bercampur haru, terutama bagi orang tua yang menyaksikan putra-putrinya disumpah menjadi dokter. Menjadi seorang dokter tentu bukan pekerjaan gampang. Tapi dokter pun punya 3 keistimewaan, yaitu selalu dibutuhkan oleh masyarakat, sangat dibanggakan dan dokter adalah salah satu profesi yang tingkat kepikunannya lambat, karena sering berinteraksi dengan banyak orang dan selalu tertantang untuk belajar. Saya berharap agar profesi dokter ini benar-benar dijaga dengan baik, jangan sampai karena setitik nila lalu rusak susu sebelanga,” harapnya. Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here