Wadek Biduk FKM Presentasikan Hasil Penelitian di Griffith University

Ket. Foto: Dr Rosmala Nur saat memaparkan hasil penelitiannya (Foto: dok. Pribadi Narasumber)

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (Wadek Biduk) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (FKM Untad), Dr Rosmala Nur  paparkan hasil penelitiannya yang berjudul Determinants of Unmet Need and Impact on Women Reprodutive Health dalam International Conference di International Symposium of Public Health (ISOPH4), bertempat di Griffith University, Gold Coast di Queensland, Australia, pada Selasa s.d Kamis (29-31/10).

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Griffith berkolaborasi dengan FKM Universitas Airlangga, Surabaya dan Universitas Hasanuddin, Makassar tersebut dihadiri 11 negara dengan jumlah presenter kurang lebih 92 orang. 11 negara tersebut yakni Australia sebagai tuan rumah, Indonesia, Thailand, Republik Rakyat Cina (RRC), Singapura, Malaysia, Camerun, India, Banglasdesh, USA WHO, dan Colombia.

ISOPH4 mengusung tema, “Optimizing Public Health For Sustainable Global Prosperity Through Innovative Collaboration”.

Ditemui usai kegiatan, Dr Rosmala mengatakan bahwa konferensi tersebut bertujuan untuk berbagi hasil penelitian dan transfer ilmu pengetahuan lintas negara. “Konferensi ini, tentu saja menambah pengalaman saya pribadi. Tapi secara umum adalah ruang-ruang untuk berbagi hasil penelitian melalui pemaparan peneliti, dan tentu saja transfer knowledge dari berbagai negara,” ucapnya.

Selain itu, lebih lanjut, Dr Rosmala mengatakan bahwa tujuan dari ISOPH4 adalah terciptanya jaringan dan kerja sama antara Negara, misalnya kolaborasi riset dosen dan kolaborasi publikasi antar Universitas antar Negara.

Senada dengan Dr Rosmala mengenai membangun jaringan dan kerja sama, Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu kesehatan Masyarakat FKM Unhas, Prof Dr Ridwan Amiruddin, menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan sebagai ajang diseminasi ilmiah hasil riset mutakhir dari berbagai negara.

“Bagi mahasiswa doktoral ini adalah pengalaman belajar yang sangat penting untuk mengantar mereka membangun jejaring scientist yang kuat sebagai ilmuwan bereputasi di masa depan. Selain itu, output dari conference ini adalah akan terbitnya artikel ilmiah bereputasi yang dapat dengan muda di akses oleh siapa saja,” jelas Prof Ridwan sebagaimana dilansir dari  fajarpendidikan.co.id/. Sn