Workshop Penulisan buku dan Artikel Pascasarjana Hadirkan Pembicara dari indonesia Menulis

Ket. Foto: Prof Dr Ir Alam Anshary MSi saat memberikan cendera mata pada Maria Herjani Sanusi ST (Foto: dok. Penyelenggara)

Demi meningkatkan keterampilan menulis Dosen dan mahasiswa, Pascasarjana Universitas Tadulako (Untad), laksanakan Workshop Penulisan Buku dan Artikel Ilmiah dengan menghadirkan penggagas Indonesia Menulis, Budi Sutedjo Dharma Oetomo SKom MM, dan Maria Herjani Sanusi ST, bertempat di Hotel Best Western Coco, Palu, pada Senin s.d Selasa (28-29/10).

Pada kesempatan tersebut, workshop diikuti kurang lebih 100 dosen Pascasarjana, dan 50 lebih mahasiswa Pascasarjana yang tersebar di 18 Program Studi (Prodi).

Ditemui di ruang kerjanya, Direktur Pascasarjana Untad, Prof Dr Ir Alam Anshary MSi mengatakan bahwa tujuan kegiatan secara umum adalah menambah keterampilan menulis para dosen, sehingga sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Secara umum tugas dosen ada tiga, sebagaimana dalam Tri Dharma, pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Pada penelitian itu, yang biasanya secara umum, keluarannya adalah buku atau artikel. Sehingga kegiatan ini melatih para dosen kita agar lebih terampil menulis, karena materi pada workshop itu meliputi kiat-kiat dalam menulis buku dan artikel,” ujar Prof Alam Anshary.

Prof Alam menambahkan bahwa tidak hanya penulisan buku dan artikel ilmiah, peserta juga dilatih untuk menulis opini dan berita. Sehingga ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi dan menambah percaya diri  para dosen untuk menulis.

Pada pelatihan tersebut, Budi Sutedjo dan Maria Herjani merangkum berbagai materi yakni (1) Penyamaan persepsi tentang penulisan, (2) Teknik Menulis Fakta dan Praktik, (3) Teknik Menulis Feature dan Praktik, (4) Teknik Menulis Opini, (5) Artikel Ilmiah dan Artikel Favorit, (6) Seluk Beluk Penulisan Buku; Buku Populer, Buku Ajar, dan Buku Referensi, dan (7) Seluk Beluk Penerbitan.

Dalam pemaparan materinya tentang menulis opini, Budi Sutedjo memaparkan berbagai hal. Salah satunya yakni cara praktis menyusun opini. Menurut hematnya, ada 3 cara praktis tersebut. (1) Pilih salah satu persoalan aktual, (2) tuangkan tanggapan, dan (3) tidak bertele-tele.

“Persoalan yang aktual dapat berupa hari-hari penting. Lalu tuangkan tanggapan, pendapat, ide, pemikiran berdasarkan pola atau logika berpikir yang sistematis dan logis, dengan mempertimbangkan dasar yang jelas (misal SOP, Etika, Budaya, Cara Berpikir, dll),  sudut pandang yang berbeda dari penulis lainnya, sistematis (runtut), (sedapat mungkin) berisi alternatif solusi yang kreatif,” paparnya. Sn