2020 dan Rencana Kebaikan

Di awal 2019, kita dikagetkan dengan kasus prostitusi online yang menyeret nama artis Vanessa Angel. Pada Februari, kasus seorang laki-laki yang membongkar motornya. Pada Maret, kabar menggegerkan dari selandia baru. Brenton Tarrant melakukan aksi penembakan di masjid Al Noor dan masjid Linwood di daerah Christchurch, New Zealand.

Kita bergeser pada bulan April, yakni kasus penganiayaan pelajar atas nama Audrey. Kasus yang mengundang tokoh-tokoh publik untuk memberi dukungan dengan datang langsung, salah satunya Ria Ricis. Kasus ini kemudian tenggelam, oleh kabar-kabar viral lainnya. Bulan Mei, video mesum yang melibatkan mahasiswa dan siswa SMP. Mahasiswa itu adalah seorang yutuber yang memiliki ribuan subscriber.

Bulan juni, Remaja bernama Thoriq Rizki Maulidan dikabarkan hilang saat sedang melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso. Kemudian viralnya kisah KKN Desa Penari, lalu film Joker yang memuat banyak reaksi dari penonton. Pada bulan ini, Pemecatan direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) I Gusti Ngurah Askhara oleh Menteri BUMN Erick Thohir masih menjadi sorotan public. Belum lagi kasus-kasus pelecehan seksual yang memenuhi beranda media social, juga isu kesehatan mental.

Tentunya tidak hanya itu. Ada sejumlah berita-berita viral yang terjadi sepanjang tahun ini. Di Kota tercinta kita, peristiwa bencana terus sambung menyambung. Selepas dari daerah satu, daerah yang lainnya. Lampu-lampu merah di sepanjang kota, dipenuhi organ-organ yang menggalang donasi. Selepas Desa Bangga, Kulawi dihantam banjir bandang. Sementara menggalang bantuan untuk Kulawi, pendampingan kasus-kasus pelecehan seksual juga semakin digalakkan. Tidak hanya itu, sejumlah NGO dan komunitas-komunitas juga melakukan pendampingan dalam bentuk pemberdayaan perempuan. Masing-masing kita mengambil peran.

Karenanya, di tahun depan ini, setidaknya kita mampu menentukan resolusi apa yang akan diwujudkan. Kita mampu menempatkan diri pada agenda-agenda kebaikan, menjadi bermanfaat bagi sesama. Sehingga kita tidak hanya menjadi penikmat kabar-kabar viral, menggerutu, lalu sudah, selesai. Tapi kita mampu membawa pribadi kita untuk agenda-agenda maha baik.

Karena sejatinya, tidak ada yang kekal. Berita-berita viral setiap saat berganti. Tidak tetap. Begitu juga dengan waktu. Setiap saat waktu bergerak. Jika kita tidak turut bergerak dan melangkah dengan cepat, kita akan tertinggal. Bahkan masa-masa kita akan terganti. Tahun berganti, kita menjadi manusia yang biasa yang tidak punya kebiasaan yang bermanfaat bahkan untuk dirinya sendiri. Mari kita bergerak, menyongsong tahun 2020, dengan segala rencana-rencana kebaikan kita. Kalau gerakan kebaikan kita baik individu atau melalui organ viral, niatkan untuk menjaring kebaikan lainnya. Karena kebaikan pada hakekatnya menular. Jika tidak tranding, kebaikan tetaplah hal baik yang bermanfaat untuk kita.

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here