Berbagai Agenda Warnai Dies Natalis Media Tadulako

Ket.Foto: Rektor Untad saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Pimpinan Umum MT (Foto: Ryan Muhammad, S.Ak/Humas Untad)

Sabtu (14/12) – Bertempat di Theatre Room Universitas Tadulako (Untad), Media Tadulako (MT) gelar bedah buku Resolusi Komunikasi Tindak Penanganan Terorisme sebagai puncak dari rangkaian Dies Natalisnya ke-7, yang dihadiri Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP.

Selain dihadiri Rektor Untad, kegiatan dihadiri pula Ketua-ketua Program Studi (Prodi), dan Ketua Jurusan di FISIP serta para dosen FISIP, dan keluarga besar MT. Tidak hanya itu, bedah buku tersebut dihadiri langsung penulis buku sekaligus Pimpinan Umum MT dan Dekan FISIP Untad, Dr Muhammad Khairil Sag MSi,  Harun Nyak Itam Abu SH MH sebagai pembedah, dan Ari Fahry MIKom (Penulis buku Kopi Pahit di Pantai Palu yang Manis, dan pengajar) sebagai moderator.

Di hari jadi yang ke-7 tahun, MT menggelar berbagai rangkaian agenda yakni lomba foto jurnalistik, lomba cipta cerpen dan lomba menulis opini, serta Tadulako Berbagi.

Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan, Rektor menyampaikan harapannya bagi Media Tadulako. Harapannya tak lain agar Media Tadulako menjadi sarana pencetak jurnalis kampus.

“Selain untuk menjadi sarana informasi, tentu tujuan paling besar adalah menjadi media perkaderan bagi anak-anak kita dalam kampus. Jika tidak ada media seperti ini minat anak-anak kita dalam dunia jurnalistik tidak bisa terasah. Karena jika hanya mengandalkan perkuliahan saya kira agak susah,” tutur Rektor.

Rektor juga memberi apresiasi pada Pimpinan Umum MT. Rektor mengaku berbangga dengan karya Dr Khairil.

“Saya sangat bangga. Saya sebenarnya baru tahu ternyata di lingkungan kampus ada peneliti terkait terorisme. Buku ini menarik menurut saya karena judulnya sangat sensitif. Ini isu yang lagi hangat diperbincangkan,” imbuhnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Dr Khairil menjelaskan bahwa semangat yang dibawa oleh Media Tadulako, sesuai dengan tagline MT yakni inform, inspire, educate. Sehingga berita-berita yang disampaiakanadalah berita-berita positif. Media Tadulako juga bukan media pengkritik.

“MT sebenarnya resmi berdiri pada tanggal 12 Desember. Akan tetapi dengan pertimbangan banyak hal, perayaan dies natalis dilaksanakan pada 14 Desember. Ruh Media Tadulako adalah untuk menyampaikan berita yang positif. Semangat yang kita bawa adalah semangat untuk memberi informasi, menjadi inspirasi dan mengedukasi intelektual muda Universitas Tadulako,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Tadulako berbagi, berupa bakti sosial yang dipusatkan di Panti Asuhan Daruttaqwa, Tondo, dengan dihadiri seluruh awak MT, panitia Dies Natalis, dan keluarga besar MT, serta Ketua Dharma Wanita FISIP.

Pada kesempatan menutup rangkaian Dies Natalis, dalam sambutannya Dr Khairil berharap euforia di hari jadi, bisa dirasakan juga oleh masyarakat lainnya, sehingga digelar pula Tadulako Berbagi.

“Bapak Ibu dan Anak-anakku sekalian, sengaja kami mengadakan Tadulako berbagi agar kebahagiaan yang kami rasakan bisa kami bagikan juga kepada anak-anak kami di panti ini. Ini adalah bentuk kesyukuran kami atas capaian kami selama tujuh tahun menjadi media kampus,” ucapnya.

Rangkaian Dies Natalis ini, MT bekerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Musalah (MPM) Al-Jihad FISIP Untad dan Unit Kegiatan Penalaran Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (UKPM FKIP) Untad. RAM