FKM Bangun Desa Binaan Di Lende

Ket. Foto: Foto bersama pengurus BEM FKM dengan kepala Desa Lende beserta aparat Desa lainnya (Foto: dok. Panitia)

(Sabtu, 23/11) – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) menggelar acara pembukaan program Desa binaan di Desa Lende, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FKM), selaku pihak penyelenggara mengadakan beberapa program kerja pada masyarakat Desa Lende. Sebanyak 35 mahasiswa FKM yang tergabung dalam BEM FKM mengikuti Acara pembukaan yang dibuka langsung oleh kepala desa Lende.

Ketua BEM FKM, Ardiansyah menjelaskan bahwa Desa binaan merupakan salah satu dari Program kerja BEM FKM, untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ke-3 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan bertujuan untuk pengimplementasikan peran dan fungsi mahasiswa sebagai konseptor dan eksekutor di masyarakat.

“Program desa binaan sebenarnya upaya untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ke 3, atas dasar itu BEM FKM mencoba membuka ruang untuk terlibat dalam konsep desa binaan, hal ini juga bertujuan mengimplementasikan peran dan fungsi mahasiswa sebagai konseptor dan eksekutor dimasyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),  Arifin, menuturkan bahwa Program desa binaan sudah ada di FKM sejak 2013. Dan pada kali ini mereka memilih desa Lende sebagai desa binaan selama 5 tahun. Desa lende dinilai masih membutuhkan perhatian dalam hal kesehatan. Untuk itu mereka membuat program-program kesehatan dengan target masyarakat dan anak-anak.

“Desa binaan ini akan dibina selama 5 tahun dalam bidang kesehatan yang selanjutnya akan dievaluasi tiap 5 tahun sekali, apakah sudah layak untuk berpindah desa atau akan di perpanjang 5 tahun lagi,” tuturnya.

Program yang dijalankan diantaranya adalah sosialisasi kesehatan kepada masyarakat dan anak-anak, dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Gizi seimbang”, serta beberapa kegiatan lainnya.

Antusiasme masyarakat Desa karena kedatangan Mahasiswa dari FKM, serta Partisipasi aparat desa dalam menyukseskan kegiatan desa binaan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari perilaku masyarakat yang ramah dan aparat desa yang selalu membantu kelancaran kegiatan ini.

“Alhamdulillah, dari awal hingga akhir aparat desanya selalu ada di setiap kita butuhkan, dan masyarakatnya ramah-ramah, mereka terlihat senang dengan kehadiran kami,” tambahnya.

Untuk pengontrolan, BEM FKM akan mengadakan survei setiap sebulan 2 kali ke Desa Lende, agar mendapatkan hasil yang optimal terkait kesehatan masyarakat disana. NB

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here