HMJ Bahasa dan Seni Goes to School Ajak Pelajar Peduli Literasi dan Membudayakan Bahasa

Ket. Foto: Foto bersama peserta, panitia dan pengurus HMJ Pendidikan Bahasa dan Seni (Foto: dok. Panitia)

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tadulako (Untad) kembali adakan kegiatan Goes to School (GTS) bertajuk “Bersatu dalam Bahasa, Berkreasi dengan Seni”, di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Kota Palu, pada Minggu (15/12).

Ditemui reporter Media Tadulako, Riswan (2019) mengungkapkan bahwa awalnya konsep kegiatan ini adalah perkemahan yang diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) se-kota Palu.

“Konsep awalnya sebenarnya perkemahan di Sabtu dan Minggu, mengundang 13 sekolah di kota Palu dengan MAN 2 Palu sebagai tuan rumah. Namun, karena waktu yang belum memungkinkan sehingga pengadaannya hanya untuk MAN 2,” ungkap Riswan.

Riswan menjelaskan bahwa, peserta GTS merupakan siswa-siswi representasi dari organisasi-organisasi yang ada di MAN 2 Model Kota Palu.

“Ada 39 peserta pada kegiatan GTS. Semuanya merupakan representasi dari organisasi internal sekolah, seperti pramuka, PMR, OSIS, lembaga dakwah, paskibraka dan lain-lain,” jelas Riswan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan, untuk menghapus stigma pelajar tentang ilmu bahasa, juga sebagai tempat memperkenalkan jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni di FKIP Untad.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni yang ada di FKIP Untad. Selain itu kegiatan ini juga ditunjukkan untuk merubah, stigma atau pandangan pelajar tentang jurusan bahasa, karena biasanya sering diremehkan atau dipandang sebelah mata, dengan konsep kegiatan yang kami susun, baik melalui materi maupun games yang erat kaitannya dengan bahasa,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Moh. Alfair Ramadhan selaku ketua HMJ Pendidikan Bahasa dan Seni, menuturkan bahwa di tahun ini kegiatan GTS ikut membawa konsep literasi kepada pelajar serta pentingnya ilmu bahasa dalam kehidupan.

“Selain merubah stigma tentang bahasa yang sering diremehkan, GTS tahun ini mencoba membawa dan ikut memperkenalkan siswa tentang giat literasi, juga pentingnya mempelajari bahasa dalam kehidupan,” tutur Alfair.

Alfair berharap, agar kegiatan ini dapat membawa dampak positif baik bagi peserta maupun panitia.

“Buat peserta, semoga kegiatan ini bermanfaat juga merubah pemikiran mereka, tentang ilmu bahasa. Buat panitia saya berharap agar kegiatan GTS dapat lebih mengakrabkan mereka, dan kesenjangan antar prodi bisa hilang,” tutup Alfair. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here