LPPM Rumuskan RIP 2020-2024 Dalam Workshop RIP

Ket. Foto: Sambutan Rektor Untad Prof Dr Ir H Mahfudz MP (Foto: dok. Ryan Muhammad/Humas Untad)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Tadulako (Untad), kembali membahas Rencana Induk Penelitian (RIP) pada Workshop dan lokakarya RIP tahun 2020-2024 di Hotel Best Western, pada Sabtu-Minggu (30/11-1/12).

Workshop yang dilaksanakan dihadiri Rektor, Ketua Senat, Dekan-dekan, Kepala Dinas Kota dan Provinsi serta seluruh civitas akademika Untad.

“Kami mengundang 155 orang, dan Alhamdulilah lebih dari setengah yang hadir. Adapun peserta terdiri dari pimpinan fakultas dan tim penyusun, putusan dari dinas terkait, serta ketua-ketua program studi dan juga jurusan yang ada di lingkup Untad,” jelas Dr Ir H Rahmat MT selaku ketua panitia.

Dr Ir H Rahmat MT, juga berharap agar kegiatan yang dilaksnakan, mampu mengangkat tema “Riset Unggulan yang Mampu Fokus Menghadapi Permasalahan-permasalahan penting yang Ada di Indonesia”.

“Tujuan kegiatan ini adalah dengan tersusunnya RIP, mampu merealisasikan tema yang diangkat dalam kegiatan yaitu “Riset Unggulan yang Mampu Fokus Menghadapi Permasalahan-Permasalahan penting, yang ada di Indonesia” dalam hal ini Sulawesi Tengah,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua LPPM, Dr Muh Rusydi H MSi mengatakan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan merupakan hal yang penting, karena menjadi acuan penelitian ke depan.

“Kegiatan hari ini dan besok adalah hal yang sangat penting, karena menjadi panduan dalam melaksanakan penelitian ke depan. Hasil dari workshop hari ini akan dibuatkan dalam suatu RIP, dan akan disampaikan ke DIKTI, karena itu akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian dari dosen Untad,” kata Rusydi.

Rusydi menambahkan, dengan lambatnya terbentuk RIP maka akan terlambat pula penelitian yang ada di Untad.

“Kita tidak bisa melakukan penelitian jika belum adanya RIP. Karena dalam sistem informasi penelitian di DIKTI khususnya di bagian desentralisasi harus ada RIP sebagai panduan, kalau sentralisasi rujukannya RIP Nasional. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan karena RIP sudah akan berakhir pada tahun 2020,” jelas Rusydi.

Rusydi berharap agar dengan pelaksanaan workshop hari ini dapat tersusunnnya RIP, dan meningkatakan akreditas baik di pengabdian maupun penelitian Untad yang akan mendatang.  Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here