Marching Band Tadulako Kembali Adakan Tadulako Open Drum Competition

Ket. Foto: Penampilan Marching Band SMPN 4 Poso (Foto: Putri/MT)

Jum’at (29/11) – Marching Band Tadulako kembali mengadakan Tadulako Open Drum Competition (TODC) 2019 dalam rangka memperingati hari ulang tahun Marching Band Tadulako yang ke-9. Pembukaan kompetisi tahunan ini berlangsung di Halaman Rektorat Universitas Tadulako (UNTAD) dan diikuti oleh sembilan sekolah dari jenjang SMP hingga SMA yang berada di Sulawesi Tengah.

Terdapat tiga jenis lomba dalam kompetisi tersebut, yaitu display contest, parade street dan color guard contest dengan total 40 piala yang diperebutkan. Kompetisi ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako (UNTAD), Prof Dr Ir Mahfudz MP yang dalam sambutannya sangat mengapresiasi para siswa-siswi peserta lomba marching band. Sebagai bentuk apresiasinya, ia berjanji akan menerima para peserta lomba yang akan melanjutkan perkuliahan di Universitas Tadulako tanpa harus mengikuti tes.

“Para peserta lomba merupakan bakat yang harus terus dikembangkan, olehnya itu saya sebagai Rektor di Universitas Tadulako berjanji, bahwa ketika ada anak SMA kelas tiga yang menjadi anggota marching band dan ingin melanjutkan studi atau kuliah di Universitas Tadulako, saya berjanji akan menerima anda semua menjadi mahasiswa Universitas Tadulako. Apabila memiliki sertifikat sebagai bukti memiliki bakat dalam lomba atau pernah mengikuti lomba marching band, maka akan dinyatakan lulus dengan bebas tes. Bukan hanya prestasi di bidang marching band, lomba-lomba lain juga akan kami apresiasi. Oleh karena itu, ke depannya semoga Universitas Tadulako akan diisi oleh anak-anak yang mempunyai prestasi dan bakat baik di bidang akademik, skill dan olahraga,” ujarnya.

Ditemui reporter Media Tadulako, Aldi Aditya Hasim selaku ketua umum Marching Band Tadulako menjelaskan mengenai persiapan yang sudah mereka lakukan sebelum kompetisi berlangsung dan tema yang diangkat pada TODC tahun ini.

“Kita prepare kegiatan ini dua bulan sebelumnya, jadi kita sudah hubungi semua sekolah di seluruh Sulawesi Tengah dan yang konfirmasi hanya ada sembilan sekolah. Untuk tema kami tahun ini adalah “Membangkitkan Kembali Budaya Sulawesi Tengah dengan Marching Band” karena untuk saat ini mungkin budaya seperti lagu daerah di Sulawesi Tengah itu sudah mulai tertutupi oleh lagu modern. Maka melalui marching band kita ingin membangkitkan kembali lagu dari setiap daerah,” tuturnya. Ptr