Peduli Hukum Narkoba dan Seks Bebas, eLSAM Untad Adakan Seminar Nasional

Ket.Foto: Rizky S. Talaga selaku ketua MANPA, Tunas Abd Rahman selaku ketua eLSAM, Dr. H. Awaluddin., SH., SE., MH selaku pemateri dan Dr.M. Hatta Roma Tampubolon, SH, MH selaku pemateri (Dari kiri ke kanan) (Foto: Dok. Panitia)

Bersama Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Lembaga Studi Advokasi Mahasiswa (eLSAM), Universitas Tadulako (Untad), adakan seminar nasional bertajuk “Penegakan Hukum Terhadap Penyalahgunaan Narkoba dan Seks Bebas di Era Perkembangan Teknologi Informasi” di Theater Room pada Minggu (24/11).

Ditemui reporter Media Tadulako, Tunas Abd Rahman selaku ketua eLSAM mengungkapkan bahwa, seminar nasional yang diadakan merupakan kegiatan perdana, dan kedepannya direncanakan akan terus dilaksanakan.

“Seminar ini baru pertama kali kami adakan, dan merupakan kolaborasi bersama teman-teman MANPA dari IAIN. Kedepannya seminar nasional akan kami jadikan program tahunan,” ungkap Tunas.

Tunas menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah, meningkatkan kesadaran mengenai dampak dan resiko dari narkoba dan HIV dari segi hukum maupun kesehatan.

“Kita perlu penegakkan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba, karena begitu tingginya kasus dan korban dari narkoba. Juga untuk mempersempit peredaran gelap narkoba dan meningkatkan pencegahan penggunaan narkoba,” jelas Tunas.

Senada dengan itu, Hayati selaku ketua panitia kegiatan menuturkan bahwa peserta yang ditargetkan dalam kegiatan seminar, bersifat umum dengan maksud untuk menjaring peserta tidak hanya dari mahasiswa tetapi juga pelajar.

“Seperti yang kita tahu narkoba maupun seks bebas tidak hanya menyentuh mahasiswa maupun orang dewasa, namun sejak mengenyam Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah mengenal yang namanya narkoba maupun seks bebas,” tutur Hayati.

Hayati menambahkan, selain mengenal tentang pengaruh dan dampak dari segi kesehatan, seks dan narkoba juga harus dikenali dari penanganan hukum serta penegakkannya, baik untuk orang dewasa maupun remaja.

“Banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh banyak orang, termasuk juga remaja, namun pada realitanya banyak hukum yang belum berlaku, kepada para pengguna yang masih ketentuan dibawah umur,” kata Hayati.

Melalui seminar yang diadakan, Hayati berharap agar semua peserta membawa pulang manfaat, baik dari pengalaman maupun informasi.

“Semoga semua yang menjadi peserta mendapat manfaat, baik dari segi kesehatan maupun hukum,” tutup Hayati. Adr