Pelatihan SCL Pusbang PMPP, Ajak Dosen Lakukan Perubahan

Ket. Foto: Materi Pelatihan SCL (Kiri: Adi Subianto drg MS SP Pros (K), Kanan: Dr Marungkil Pasaribu MSc) (Foto: Adr/MT)

Pusat Pengembangan dan Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran (Pusbang PMPP), Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP), Universitas Tadulako (Untad), adakan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Student Centre Learning (SCL) yang Berorientasi KKNI di Ruang Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), pada Selasa (10/12).

Dr Marungkil Pasaribu MSc selaku koordinator Pusbang PMPP mengungkapkan, bahwa target peserta kegiatan merupakan dosen-dosen di jajaran Untad, dengan Adi Subianto drg MS SP Pros (K) dari Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi PIPS Universitas Airlangga sebagai pemateri.

“Kita melihat banyak perubahan-perubahan yang terjadi, sesuai dengan paradigma pembelajaran dari Teacher Centre Learning (TCL) menjadi Student Centre Learning. Kita mengharapkan dosen juga ikut merubah paradigma dalam pikirannya dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bahwa pelatihan tahun ini akan difokuskan, tentang penilaian dalam pembelajaran di perkuliahan.

“Tahun ini kita fokuskan bagaimana menilai perkuliahan atau memberi nilai dalam setiap mata kuliah, harus sesuai dengan prinsip pembelajaran, yaitu mendidik, objektif, akuntabel dan transparan. Melihat juga kebanyakan mahasiswa yang lulus dengan nilai bagus tidak memahami prinsip-prinsip dasar dari apa yang telah meraka pelajari,” tuturnya.

Follow Up dari pelatihan yang dilakukan adalah pengadaan rubrik dari masing-masing penilaian dalam bentuk portofolio.

“Setelah kegiatan kami coba mengadakan portofolio penilaian, agar kedepannya baik itu penilaian proses, presentasi, tugas, kegiatan lab, maupun kegiatan lapangan harus jelas semua formatnya, sehingga tidak ada lagi penilaian asal-asalan dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Dr Marungkil.

Sementara itu, Adi Subianto drg MS SP Pros (K) dalam materinya memaparkan tentang perubahan peran mahasiswa, merupakan salah satu indikator dari SCL.

“Dalam pembelajaran, diharapkan agar mahasiswa menjadi lebih aktif, mengerti roh dari materi, siap, responsif, akuntable, mandiri dalam belajar dan mengerti proses serta meningkat kompetensinya daripada hanya sekadar hafal materi,” paparnya.

Adi menambahkan, dalam SCL dosen harus mampu memenuhi kompetensi pedagogis dalam pembelajaran.

“Dalam pembelajaran dosen harus bisa berperan menjadi sumber informasi, motivator, fasilitator dan juga evaluator. Setelah semuanya terpenuhi, penilaian pun tak boleh hanya melalui proses yang instan, harus ada indikatornya,” tambah Adi. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here