Pererat Jejaring Kerja Sama, Dekan FISIP Untad Tandatangani LOI

Ket. Foto: Foto bersama Dekan FISIP Untad (keenam dari kiri) dan Dekan FISIP Unhas (tengah, berjas) bersama Tim (Foto: dok. Penyelenggara)

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad), Dr Muhammad Khairil SAg MSi pererat jejaring kerja sama dengan FISIP Univesitas Hassanudin (Unhas). Bentuk kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Letter of Intent (LOI) dengan Prof Dr Armin MSi, Dekan FISIP Unhas, pada Sabtu (30/11) bertempat di Ruang Senat FISIP Untad.

Dalam Penandatanganan LOI tersebut, ada beberapa poin kegiatan kerja sama yang akan dilaksanakan, yakni pertukaran akademisi, peneliti dan staf administrasi, pertukaran mahasiswa dalam hal kegiatan akademik dan penelitian, seminar lokakarya dan konfensi tentang bidang yang menjadi kepentingan bersama, penelitian dan publikasi secara kolaboratif, pengabdian masyarakat, pengembangan pengelolaan jurnal ilmiah dan sitasi atas publikasi ilmiah serta penguatan dan pengembangan kelembagaan tingkat fakultas dan program studi yang relevan.

Dr Khairil Menyampaikan bahwa selain penandatanganan LOI, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai Program Studi S2 Ilmu Pemerintahan Unhas.

“Secara umum ada dua agenda besar kita pada silaturahmi ini, yakni penandatanganan kerja sama dan sosialisasi Program Studi S2 Ilmu Pemerintahan yang ada di Unhas. Tentu kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan mutu akademik Untad dan Unhas,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Armin mengungkapkan penandatanganan ini adalah tahap awal untuk menjalin hubungan kerja sama yang akan mendatangkan hal-hal postif antar Untad dan Unhas ke depannya.

“Penandatanganan LOI ini dilakukan sebagai tahap awal, ini merupakan syarat-syarat penunjang sebelum berhubungan, dan ke depannya kerja sama tidak bisa lagi dielakkan, karena semakin banyak kita melakukan kerja sama maka potensi keberuntungan juga akan semakin besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa selain kegiatan penandatangan dan sosialisasi, kunjungan ini juga sebagai momen untuk bernostalgia di Untad.

“Kunjungan ini juga momen yang tepat untuk sedikit bernostlagia, karena 29 tahun lalu saya pernah datang untuk melamar sebagai dosen di Untad. Namun karena jalan Tuhan sehingga saya tidak lolos di Untad namun lulus setahun kemudian lolos di Unhas,” tutur Dekan FISIP Unhas tersebut.

Diakhir sambutannya, ia berpesan untuk jangan pernah menyerah dalam menghadapi sulitnya tantangan kehidupan, karena kesulitan tersebut adalah proses untuk melahirkan sesuatu yang lebih baik.

“Jangan bersedih dalam menghadapi kesulitan, tetaplah berusaha karena menurut filsafat sosial, jangan pernah takut menghadapi gelapnya malam karena kalau malam semakin kelam itu pertanda fajar semakin dekat,” tandasnya. AW