Tingkatkan Minat Studi Luar Negeri, International Office gelar International Scholarship Engagement

Ket. Foto: Foto bersama Rektor, Pemateri dan Panitia Pelaksana (Foto: Awan Afrialdi/MT)

Tingkatkan minat dosen, alumni, dan mahasiswa untuk raih beasiswa luar negeri, Pusat Layanan International (International Office) Universitas Tadulako (Untad) laksanakan International Scholarship Engagement, pada Selasa (03/11) bertempat di Gedung IT Centre Untad.

Kegiatan tersebut menghadirkan Harri Firmasnyah, CEO ButterflyAct Group, Anis Apriliawati, Direktorat Jendral Sumber Daya IPTEK dan DIKTI, Muhammad Nasir, Alumni Penerima Beasiswa LPDP, dan Annisa Pambayun, Scope Global New Zealand Scholarship Sebagai Pemateri.

Elisa Sesa, SSi MSi PhD, Selaku ketua panitia dalam laporannya mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sejumlah 250 orang.

“Jumlah total dari kegiatan ini kurang lebih 250 orang, jumlah tersebut terdiri dari dosen-dosen, mahasiswa international class dari 7 Prodi, mahasiswa reguler dan Alumni Untad,” ungkapnya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP. Dalam sambutannya, ia sangat mengapresiasi panitia yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada International Office, karena telah berinisiatif untuk menghadirkan para inspirator dan motivator yang bisa membuka wawasan dan informasi kepada kita. Sehingga ke depannya akan menumbukan semangat anak-anak dan juga dosen-dosen kita untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di luar negeri dengan mengejar beasiswa yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa di era milenial ini, dosen yang memiliki kemampuan bahasa inggris sangat diperlukan Untad guna bersaing di Global. Sehingga ia akan memprioritaskan lulusan luar negeri untuk diterima menjadi dosen muda di Untad.

“Jika dihitung hanya ada beberapa alumni luar negeri yang menjadi dosen  di Untad, mungkin 10 tahun yang akan datang banyak yang pensiun. Kemampuan bahasa inggris adalah hal yang penting untuk bersaing di era milenial ini dan Untad harus dapat bersaing di dunia Global. Maka dari itu saya akan prioritaskan CPNS atau dosen yang akan masuk Untad jika mereka lulusan luar negeri,” tuturnya.

Kemudian, ia berharap kepada peserta yang hadir agar memiliki semangat yang tinggi dalam melanjutkan studi di luar negeri agar bisa menjadi kebanggaan Bumi Tadulako.

“Harapan saya paling tidak semua yang hadir di sini punya cita-cita dan punya semangat untuk melanjutkan studi baik S2 maupun S3 di luar negeri, saya kira itu yang sangat membanggakan kita. Karena Tadulako harus memiliki lulusan yang memiliki kapasitas agar bisa diperhitungkan di kancah International,” harap Rektor. AW

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here