Untad Tandatangani MoU Bersama Univeritas Terbaik Indonesia

Ket Foto: pendatangan MoU oleh Rektor Untad dan Rektor Telkom University (Foto: Vivi/MT)

Senin (25/11) – Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan pelatihan penyusunan dokumen akreditasi Program Studi (Prodi), yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) antara Universitas Tadulako (Untad) dan Telkomsel University (Tel-U). Kegiatan yang diikuti 60 peserta dari 47 Prodi di Untad itu, berlangsung di gedung Media Center Untad.

Rektor Untad, Pof Dr Ir H Mahfudz MP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa LPPMP (Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) harus menyusun sistem pembelajaran di Untad dengan baik, dengan kualitas mahasiswa dan alumni sebagai tolok ukurnya. Ia pun meminta kepada LPPMP agar di akhir tahun ini, dapat memberikan laporan berupa data sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk Untad ke depannya.

LPPMP juga sudah harus meramu kira-kira seperti apa model pembelajaran dan proses pembelajaran yang harus Untad lakukan, tentu ukurannya adalah bagaimana mutu dari anak-anak kita. Berkaitan dengan penyusuan akreditasi prodi dan institusi, saya meminta kepada ketua LPPMP menjelang akhir tahun ini, saya butuh data untuk mengevaluasi apa yang telah kita lakukan tahun ini, dan apa yang harus kita lakukan tahun depan. Olehnya itu, kalau di Pemda (pemerintah daerah) kita kenal Sulteng dalam angka, sudah saatnya kita juga harus tahu bagaimana Untad dalam angka, jelasnya.

Dr I Wayan Sudarsana MSi selaku ketua panitia menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencapai akreditasi unggul bagi prodi di Untad. Ia mengungkapkan, Rektor Tel-U dihadirkan guna berbagi pengalamannya membawa Tel-U menjadi salah 1 universitas terbaik di Indonesia.

Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan prodi dalam Untad untuk mencapai akreditasi unggul menggunakan instrumen akreditasi prodi 4.0 berbasis laporan kegiatan prodi dan laporan evaluasi diri prodi, serta menyiapkan suatu komitmen pemutuan di Untad secara komprehensif dalam semua unit secara berkelanjutan, ungkap sekretaris pusat layanan akreditasi Program studi dan sistem penjaminan mutu internal itu.

Rektor Tel-U, Prof Dr Adiwijaya SSi MSi, dalam materinya menyampaikan bahwa untuk mencapai akreditasi yang unggul, maka institusi tersebut harus bekerja maksimal sejak penyusunan borang. Ia mengungkapkan berdasarkan pengalamannya dan beberapa PT, perbaikan nilai saat visitasi tidak akan memberikan perubahan yang signifikan, karena hanya akan menambah 10 sampai 20 poin dan tidak menutup kemungkinan malah menurunkan poin institusi tersebut.Vv