Gunakan Sabut Kelapa Muda Jadi Bahan Penelitian, Dosen Ilmu Kimia Berhasil Dapatkan Gelar Doktor

Ket. Foto: Dr Ni Ketut Sumarni SSi MSi (keenam dari kanan) bersama keluarga dan dewan penguji (Foto: Narasumber)

Tenaga pengajar Dosen dengan kualifikasi gelar Doktor (S3) di Universitas Tadulako kian bertambah. Kali ini, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Ni Ketut Sumarni SSi MSi berhasil menyelesaikan studi Program Doktor Ilmu Pertanian pada Jum’at, (10/01)  dengan melangsungkan ujian terbuka di Gedung C Pascasarjana Universitas Tadulako.

Ujian terbuka Doktoral diketuai oleh Prof Ir Rusdi MAgr Sc PhD dan yang bertindak sebagai promotor yaitu Prof Dr Ir Hj Asriani Hasanuddin MS, Prof Dr Hj Siti nuryanti MSi, dan Dr Ir Gatot Siswo Hutomo MP. Mengangkat judul penelitian “Ekstrak Etanol Sabut Kelapa Muda (Cocos Nucifera L) dan Aplikasinya sebagai Antibakteri”, perempuan kelahiran Balinggi ini berhasil mendapatkan predikat Sangat Memuaskan (A).

Dihubungi reporter Media Tadulako, Dr Ni Ketut Sumarni menjelaskan latar belakang penelitian didasarkan pada banyaknya limbah sabut kelapa muda di kota Palu dan kurang dioptimalkan pemanfaatannya. Ia juga menambahkan, tujuan dari penelitiannya yaitu untuk menemukan senyawa anti bakteri yang dapat diaplikasikan sebagai pengawet makanan.

“Alasan saya mengangkat judul disertasi tersebut, karena di kota Palu banyak limbah sabut kelapa muda terbuang percuma, belum diolah dan dioptimalkan manfaatnya. Maka dari itu, saya menggunakan sabut kelapa muda sebagai bahan penelitian. Setelah diteliti, saya menemukan senyawa antibakteri yang bisa diaplikasikan sebagai pengawet makanan, salah satunya produk tahu,” jelasnya.

Dosen ilmu kimia ini juga mengungkapkan, motivasi menyelesaikan studi yaitu biaya kuliah yang tinggi dan usia kehamilan sudah memasuki 9 bulan. Ia memotivasi mahasiswa agar selalu semangat dan fokus menempuh pendidikan.

“Motivasi saya menyelesaikan studi yang pertama,  biaya pendidikan tinggi Rp. 10.550.000, dan  kedua, usia kehamilan yang sudah memasuki bulan kesembilan. Oleh karena itu, saya ingin cepat menyelesaikan studi ini. Saya berpesan kepada semua mahasiswa, untuk selalu semangat dan fokus terhadap topik penelitian, serta aktif berkoordinasi dengan dosen atau promotor, agar cepat menyelesaikan studi,” tuturnya.

Dr Ruslan SSi MSi selaku Ketua Jurusan Ilmu Kimia mengatakan sangat bersyukur atas perolehan yang dicapai Dr Ni Ketut Sumarni, meskipun studi S3 mengambil ilmu pertanian, ilmu yang didapat tetap berkorelasi dengan ilmu kimia. Ia juga mengatakan bahwa Dr Sumarni merupakan dosen ke 16 dari jurusan ilmu kimia yang mendapatkan gelar Doktor.

“Tentunya saya sangat bersyukur atas gelar yang beliau dapatkan. Bu Sumarni menjadi dosen ke-16 dari jurusan kimia yang bergelar Doktor. Keberhasilan itu berdampak pula pada saat visitasi boring untuk meningkatkan akreditas jurusan. Meskipun mengambil studi S3 ilmu pertanian, ilmu yang didapatkan bu Sumarni tetap berkorelasi dengan ilmu kimia,” pungkasnya. FHA