Mahasiswa Fatek dan FK Seimbangkan Studi dan Organisasi

Ket. Foto: Dean Tri Putra Embongan ketika mengikuti kegiatan paduan suara (Foto: dok. Pribadi)

(15/01) – Nilai organisasi dan studi adalah hal yang sama penting, sejumlah mahasiswa dari Fakultas Teknik (Fatek) dan Fakultas kedokteran (FK) Universitas Tadulako bagi tips agar bisa ikuti keduanya tanpa masalah yang berarti.

Fatek dan FK Untad bagi sebagian orang adalah fakultas dengan kesibukan kelas dan praktek yang cukup banyak, karena jadwal yang padat tersebut, banyak mahasiswa yang memilih untuk tidak berorganisasi karena takut akan mengganggu kuliah yang dijalani. Namun berbeda dengan Dean Tri Putra Embongan mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur Fatek dan Muh Syawaluddin Sakti Maulana mahasiswa jurusan kedoteran FK Untad yang sibuk di organisasi namun juga tetap mementingkan studi.

Dean menuturkan bahwa hal yang terpenting untuk bisa mengikuti keduanya adalah kemampuan manajemen waktu yang baik serta harus ada niat dan motivasi yang kuat dari pribadi masing-masing.

“Cara saya mengatur waktu kuliah saya dengan kegiatan yang saya ikuti itu berpola, dimana waktu pagi sampai sore saya khususkan untuk studi, dan malam hari saya khususkan untuk kegiatan di luar studi. Namun di luar dari Pola tersebut sebenarnya yang paling penting adalah niat dan motivasi, yang mana hal itu muncul dari dalam diri kita sendiri,”  tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dari apa yang ia terapkan tersebut tak jarang Dean kerap kali mengikuti kegiatan nasional dan internasional dalam organisasi Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Untad serta tetap bisa menyesuaikan studinya dengan baik.

“Untuk kegiatan yang pernah saya ikuti yaitu Lomba Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa tahun 2016 dan 2018 di Medan, Pontianak dan Monokwari Papua,  Gita Bahana Nusantara perwakilan Sulteng tahun 2016, Juara 2 lomba fotografi tingkat kota Palu tahun 2017, lomba paduan suara tingkat International yaitu Asia Pasific Choir Games (APCG) tahun 2017 di Colombo-Srilanka dan  Busan Choral Festival & Competition tahun 2019 di Busan-Korea Selatan. Dan untuk studi, doakan di akhir bulan Februari atau awal Maret saya maju ujian tutup dan yudisium,” tambahnya.

Sementara itu, Muh Syawal mengungkapkan dalam mengatur waktu organisasi dan studi ia membuat jadwal beserta deadlinenya dan menyusun suatu hal berdasarkan skala prioritasnya.

“Saya terlibat dalam beberapa organisasi intra kampus seperti BEM FK, TBM AXIS FK, dan FKI Assyifa FK Untad. Cara menyiasati agar tidak mengganggu studi adalah dengan mengerjakan sesuatu berdasarkan prioritas, kemudian menyusun jadwal dan deadlinenya,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, ia menyampaikan rencananya ke depan setelah menyelesaikan masa studi adalah mengabdi sebagai dokter di pelosok dan mendirikan sebuah klinik yang bisa membantu masyarakat dengan ekonomi kurang mampu.

“Setelah lulus berencana untuk mengabdi sebagai dokter di pelosok dan membangun kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik lagi, saya juga berencana membangun sebuah klinik mandiri yang bisa menjangkau kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sampai saat ini masih kurang mendapatkan nikmatnya pelayanan kesehatan karena biaya yang semakin mahal,” tandasnya. AW

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here