Satukan Persepsi tentang Normalisasi Kepengurusan, DPM bersama BEM FMIPA UNTAD Laksanakan Dialog Terbuka

Ket. Foto: Muhammad Fahril Pratama L selaku ketua umum DPM periode 2019-2020 (Foto: Dok. Pribadi Fahril)

Rabu (15/01), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako, laksanakan dialog terbuka. Dialog yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Bersama (SEKBER) FMIPA itu, bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama tentang normalisasi kepengurusan BEM dan DPM.

Normalisai kepengurusan tersebut dilakukan karena kepengurusan periode 2019-2020 sebelumnya terbentuk pada Agustus 2019 dan akan berakhir dalam satu tahun. Sementara, aturan universitas menyatakan satu tahun kepengurusan adalah sejak Januari hingga Desember. Sehingga untuk memberikan pemahaman yang sama, dialog terbuka dilaksanakan. Hal ini diungkapkan Muhammad Fahril Pratama L selaku ketua umum DPM periode 2019-2020.

“Seperti yang kita tahu roda kepengurusan BEM dan DPM FMIPA itu berakhir di Agustus. Sehingga kita DPM dan BEM sepakat untuk menormalkan kembali makanya dibuat dialog terbuka untuk mengedukasi masa. Agar tidak ada pemikiran-pemikiran yang tidak sepahaman dengan kami, terkait normalisasi ini,” kata Fahril.

Menurut Fahril, normalisasi harus dilaksanakan karena kepengurusan yang tidak normal akan berdampak pada proses regenerasi BEM dan DPM.

“Kita tahu kepengurusan itu mulai di awal tahun. Kalau kepengurusan ini tidak dinormalisasikan maka keberlanjutan kepengurusan pada generasi selanjutnya tidak normal lagi seperti saat ini. Banyak hal yang bisa terjadi, kalau kepengurusan ini tidak dinormalkan. Badan eksekutif dan legislative, kenapa harus dipilh di awal tahun, supaya ketika ada pagu anggaran, ketika meminta transparansi anggaran bisa lebih mudah dan meminimalisir terjadinya miskomunikasi antara badan eksekutif dan legislatif,” lanjut mahasiswa asal jurusan Farmasi itu.

Ia berharap mahasiswa yang menghadiri dialog itu memiliki pemahaman jelas mengapa dilaksanakan normalisasi kepengurusan.

“Keputusan untuk melakukan normalisasi kepengurusan DPM dan BEM FMIPA ini diambil memang murni untuk menormalisasikan roda kepengurusan di FMIPA. Sehingga saya berharap setelah dilaksanakan dialog ini, masa yang hadir bisa mengerti kenapa kita menormalkan kepengurusan melalui pelaksanaan kongres nantinya,” harap Fahril.

Senada dengan hal tersebut, Wiwik Ginanjar Sari salah satu mahasiswa Fakultas MIPA mengatakan dialog tersebut adalah bentuk nyata untuk mendukung keberlangsungan roda organisasi di Fakultas.

”Saya rasa ini langkah kongkret. Ini menyangkut keberlangsungan roda organisasi di tingkat Fakultas. Memang perlu melihat bagaimana pandangan masyarakat MIPA mengenai kepengurusan DPM dan BEM ini,” tutur mahasiswa asal jurusan Kimia itu. Md