Segala yang Terjadi Tidak Pandang Rezim Siapa

Selamat datang di Indonesia, Negara yang kini lebih gaul disebut Negara +62. Entah siapa yang menetapkan hal tersebut dan diikuti oleh mungkin oleh seluruh umat manusia, mahkluk yang mendiami Negara kesatuan ini. Tidak ada salahnya, memang. Negara +62 menjadi satu dari beberapa tanda yang mengikuti tahun 2020 ini sejak awal Januari. Sebutan +62 sudah bertebaran di jagat media social, merayapi dimensi waktu dengan sangat cepat.

Selain sebutan itu, banjir di Jakarta dan sekitarnya menjadi pemandangan awal tahun yang menyedihkan. Rasa sedih itu turut serta hingga saat ini. Selain postingan para artis di akun media social mereka, postingan-postingan dari warga, dari sukarelawan menjadi viral dimana-mana. Dalam postingan-postingan itu tidak jarang terdengar cibiran atas rezim saat ini. Menuntut ini-itu, menagih ini-itu, meminta ini-itu.

Jakarta, Ibukota Negara tercinta ini, memang rentan dengan banjir. Tidak sekali dua kali media-media massa memuat pemberitaan tentang banjir ibu kota setiap kali musim penghujan. Hanya memang, tahun ini, tepatnya diawal Januari, curah hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya memang cukup tinggi. Lalu salah siapa? Salah pemerintah kah yang terus melakukan pembangunan? Mengganti tanah sebagai jalan resapan air hujan dengan nggorong-nggorong yang membawa air hingga ke laut? Atau salah warga yang tinggal dibantaran sungai? Yang membuang sampah sembarangan? Salah siapa?

Tingginya curah hujan dijelaskan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bahwa curah hujan ekstrem tersebut turun lebih dari 150 mm per hari. Curah hujan eksterm ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tetapi menimpa Bekasi, Bogor, dan sekitarnya. Kita ketahui bersama bahwa Bogor, Bekasi berada pada ketinggian. Air hujan yang turun terus menerus dan akhirnya banjir, terus mengalir hingga Jakarta yang memang berada di dataran rendah, dan menuju laut. Sehingga banjir parah melanda, seperti yang kita saksikan di layar kaca, maupun saksikan langsung.

Tidak hanya banjir, Natuna Utara dan kapal China sempat membuat pemerintah krasak krusuk mengurusi hal tersebut. Kalau kita telisik segala yang terjadi, harusnya kita tahu bahwa segalanya itu terjadi tidak milih-milih rezim yang berkuasa. Tidak pada masa Jokowi, SBY, Habibie, atau masa presiden lainnya. Atau tidak pada masa Anies Baswedan, Ahok, dan siapapun. Sehingga, daripada saling menyalahkan, ada baiknya kita sama-sama menyelesaikan segala yang menimpa kita, dan Negara kita.

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here