Untad Jadi Tuan Rumah RAKORWIL IMPI

Ket. Foto: Foto bersama usai pemberian sertifikat dan cenderamata kepada moderator dan narasumber (Foto: Nur Zahira Natasya/MT)

Selasa (14/01) – Mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota Universitas Tadulako (Untad), menggelar Seminar Nasional Rapat Koordinasi Wilayah Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (RAKORWIL IMPI) Wilayah Indonesia Timur 2020. Kegiatan yang bertajuk, “Tata Ruang Tangkap Bencana” berlangsung di Theater Room Untad, dan dihadiri dihadiri 32 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di Wilayah Indonesia Timur.

Pada kesempatan itu, hadir pula Ir Muhammad Najib MT sebagai moderator, dan Dekan Fakultas Teknik (Fatek) Untad, Dr Eng Andi Rusdin ST MT MSc, sekaligus membuka resmi kegiatan.

Dalam sambutannya, Dekan Fatek Untad menyambut baik kehadiran para peserta Seminar Nasional RAKORWIL Wilayah Indonesia Timur. Dr Andi Rusdin menjelaskan tentang besarnya pengaruh urbanisasi di Wilayah Kota.

“Kita lihat Indonesia intensitas bencana yang terjadi menjadi sangat tinggi, sehingga resiko dan bahayanya juga sangat tinggi. Daerah yang tidak pernah banjir sekarang sudah tergenang air. Terutama di kota-kota menjadi  sangat terbebani karena besarnya pengaruh urbanisasi. Jadi kalau kita lihat pengaruh urbanisasi yang berkembang, itu mungkin karena tidak seimbangnya perkembanngan antara kota dan wilayah-wilayah lain. Sehingga masyarakat lebih cenderung untuk berurbanisasi ke kota. Itu akan membebani kota dari bujukan perencanaan yang lebih baik dan modern,” jelas Dekan Fatek.

Masih dalam penyampaiannya, Dr Andi Rusdin mengemukakan harapannya kepada mahasiswa PWK agar mampu berperan aktif dalam membantu pengembangan kondisi dewasa saat ini. Sehingga kelola tata ruang wilayah kota bisa lebih baik.

“Dari masalah urbanisasi itulah dibutuhkan perencanaan, khususnya PWK yang baik. Adik-adik ini harus banyak memberikan kontribusi, yang paling utama adalah mengembangkan diri. Jadi bagaimana supaya anak-anak kita setelah menjadi tenaga fungsional bisa menjadi perencana yang baik, kalau bisa bertaraf internasional,” harap  Dr Andi Rusdin.

Sementara itu, Drs Abdullah MT dalam materinya banyak menceritakan sejarah terjadinya bencana besar di Sulawesi Tengah. Ia juga menjelaskan jenis pusat gempa tektonik seputar Pulau Sulawesi.

“Ada beberapa macam gempa bumi salah satunya adalah gempa bumi tektonik. Khusus untuk gempa tektonik sendiri pusatnya ada 3 macam, untuk kita seputar Pulau Sulawesi pusat tektoniknya ada antara Sulawesi dengan Kalimantan yang biasa kita sebut dengan zona divergen,” terang Drs Abdullah MT.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Panitia, Rio Romanda, mengatakan bahwa kegiatan Seminar Nasional ini diharapkan membawa dampak positif. Kita ketahui bahwa Kota Palu sedang krisis bencana terutama gempa dan tsunami karena terdapat jalur sesar Palu Koro.

“Terkait dengan Seminar Nasional ini agar teman-teman mahasiswa PWK khususnya, sebagai penerus yang akan merencakan daerah, agar lebih memperhatikan aspek-aspek perencanaan. Sehingga Indonesia bisa lebih berkembang,” tutup Rio. NZN