8 Mahasiswa Prodi Agribisnis Ikuti Program Student Exchange Ke Korea Selatan

Ket. Foto: Foto bersama Ketua, Sekretaris, dan Staff IO serta Wadek Bidak Faperta dan Mahasiswa Untad yang berangkat (Foto: Awan Afrialdi/MT)

(Sabtu, 15/02) – Sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis angkatan 2017, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) mengikuti program student exchange ke Korea Selatan (Korsel) selama 80 hari. Program tersebut merupakan program lanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Pemerintah Korsel dengan Untad.

Dalam pelepasan mahasiswa yang akan berangkat, bertempat di IO Untad, Prof Ir Marsetyo MSc Ag PhD selaku Kepala IO menyampaikan bahwa mahasiswa yang akan pergi berjumlah 8 orang, yaitu Nur Azizah M Puasa, Siti Nur Khatimah, Noor Annisa, Rizky Suhayyah, Eva Angelina, Syamsul Bahri, Muh Syahrul Ramadhani, dan Faisal Wahyu Kurniawan.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan ini sebagian besar pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah Korsel. Ia juga berharap kegiatan ini bisa menambah pengetahuan mahasiswa Untad terutama di bidang pertanian.

“Program ini sebagian besar  ditanggung oleh Pemerintah Korea, dan harapan kami adik-adik ini selama di Korea bisa mendapatkan ilmu yang komperhensif di bidang pertanian. Program ini sangat penting dan jika berhasil dan sukses, maka kami akan memperbesar volumenya akan menambah kuota mahasiswa yang akan mengikuti program ini ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu wakili Dekan, Dr Abdul Rahim STP MP selaku Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidak) Faperta Untad mengatakan terkait perkuliahan mahasiswa yang berangkat akan diganti dengan tugas-tugas, program itu  juga bisa terhitung sebagai program magang untuk mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kita sudah rapat di tingkat pimpinan bahwa Mata Kuliah (MK) yang diambil itu tetap berjalan namun itu akan berbentuk tugas dan kami sudah berkoordinasi kepada tim pengajar untuk memberikan tugas dengan nilai akhir minimal A-,” ujar Wadek Bidak.

Lebih lanjut, Dekan mengatakan bahwa bahwa materi yang akan diberikan dalam program ini jika dikalkulasi akan mencukupi nilai MK yang ada. “Materi yang akan diberikan disana itu 10% teori dan 90% praktek, itu lebih mendalam apalagi terkait  ilmu pertanian yang sudah terima anda maka akan anda praktekkan. Serta ini sudah dianggap magang, jadi nanti kalian tinggal konfirmasi ke kami jika sudah mengambil MK magang,” imbuhnya.

Kemudian ia juga berpesan kepada mahasiswa yang berangkat untuk menjaga kesehatan dan bisa mengkuti seluruh rangkain kegiatan yang sudah terjadwalkan di sana, serta ilmu-ilmu pertanian yang akan didapatkan di Korea bisa diterapkan di sini.

“Saya berpesan kepada kalian untuk jaga kesehatan, agar fokus dalam pelaksanaan kegiatan yang sudah mereka jadwalkan dan ikuti semua program yang mereka laksanakan agar bisa mendalami ilmu-ilmu pertanian, dan bisa menerapkannya di Indonesia khususnya Sulawesi Tengah,” pungkas Wadek Bidak Faperta Untad tersebut.

Pada kesempatan yang sama Faisal Wahyu berharap program ini bisa memperluas koneksi mahasiswa Untad dan menambah pengetahuan mereka, serta program seperti ini bisa dilaksanakan lagi di masa yang akan datang. AW

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here