Fakultas Teknik Untad Luncurkan Program Studi Baru

Ket. Foto: Dekan Fatek, Dr Eng Andi Rusdin ST MT MSc (Foto: Dok. Pribadi)

(Senin, 10/02) – Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Tadulako (Untad), resmi mengsahkan Program Studi (Prodi) baru Teknik Lingkungan yang berada di bawah naungan Jurusan Teknik Sipil pada bulan Agustus 2019. Prodi Teknik Lingkungan berdiri berdasarkan keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (KEMENRISTEKDIKTI) Nomor 671/KPT/I/2019 Tentang izin pembukaan Prodi Teknik Lingkungan  (S1) di Untad.

Keputusan tersebut kemudian diteruskan dengan keputusan Rektor Untad Nomor 6463/UN28/KL/2019 tentang izin penyelengaraan Prodi Teknik Lingkungan (S1) pada Jurusan Teknik Sipil Fatek Untad. Dengan visi untuk menjadi pusat pendidikan teknik lingkungan yang unggul dalam pengkajian dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan.

Ditemui reporter Media Tadulako, Dekan Fatek, Dr Eng Andi Rusdin ST MT MSc menjelaskan bahwa Prodi ini di buat dengan alasan melihat kondisi lingkungan dan merupakan suatu bidang ilmu yang sangat penting dalam proses pembangunan.

“Misalnya, ketika adanya pembangunan  gedung, atau pun sebuah industri, tentu membutuhkan amdal dalam prosesnya. Disitulah peran dari orang-orang yang berada di bidang Teknik Lingkungan untuk meninjau pengelolaan lingkungan sekitar pembangunan tersebut. Juga dengan adanya visi Untad yang baru mengenai lingkungan, maka sesuailah dengan pembuatan Prodi Teknik Lingkungan, agar visi tersebut sekiranya dapat terwujudkan.,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan tentang rangkaian proses pembuatan prodi baru Teknik Sipil ini mulai dari waktu dan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk kelancaran pengesahan Prodi Teknik Lingkungan ini.

“Proses untuk sampai kepada pengesahan Prodi Teknik Lingkungan ini membutuhkan kurang lebih waktu 1 tahun. Mulai dari pengajuan proposal pada November 2018, penyusunan SK pada bulan Februari, upload dokumen, revisi pada bulan April sampai pengupload  kembali pada bulan Juni,  hingga penerimaan pengesahan yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan agustus 2019,” jelasnya.

Kemudian, ia menyampaikan bahwa teknik lingkungan memiliki prospek kerja yang bagus dan sangat penting sekarang ini, dan progres pembelajaran mereka bisa dikatakan cukup memuaskan. Ia berharap prodi ini dapat terus berkembang ke depannya.

“Prodi teknik lingkungan memiliki prospek kerja yang sangat baik. Dan perlu dipertimbangkan ke depannya. Namun hal tersebut tentunya tergantung dari minat masyarakat sendiri. Karena bisa kita ketahui Prodi Teknik Lingkungan baru saja dibentuk dan pasti orang masih bertanya-tanya tentang Prodi ini. Besar harapan kami ke depannya jumlah mahasiswa yang mendaftar mengalami peningkatan dan tentunya menjadi salah satu Prodi unggulan di Untad,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidak) Fatek, Andi Arham ST MSc PhD mengungkapkan bahwa kurikulum yang digunakan mengikuti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga Universitas Hassanudin (Unhas).

“Kurikulum yang digunakan pada Prodi ini mengikuti ITB dan juga Unhas. Dikarenakan ITB sudah terakreditasi secara International oleh Accreditation Board for Engineering and Technology, Inc (ABET) dan merupakan kurikulum yang dijadikan acuan oleh badan kerja sama Prodi Teknik lingkungan se-Indonesia,” ungkapnya. Jnk