Indonesia yang Berdaulat

oleh
Shofia Nurun Alanur S, S.Pd.,M.Pd.
Alumni Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat, menurut Mochtar Kusumaatmaja, kedaulatan merupakan atribut penting suatu negara. Negara berdaulat berarti bahwa negara itu tidak mengakui kekuasaan yang lebih tinggi dari pada kekuasaannya sendiri. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagaimana Pasal 1 ayat 2 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menyatakan kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang Dasar. NKRI merupakan negara kesatuan. Setiap warga negara harus memahami makna negara kesatuan. Makna negara kesatuan merupakan bentuk upaya untuk mencegah perpecahan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI. Kedaulatan itulah yang memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Rasa memiliki sehingga menjaga keutuhan bangsa dan negara tanpa kompromi.

Setiap negara tetap dipercayakan sebagai pribadi international yakni yang akan selalu berusaha untuk mempertahankan kedaulatannya. Dalam hubungan dengan masyarakat international, tiap-tiap negara telah menerima prinsip saling menghormati kedaulatan suatu negara. Prinsip persamaan kedaulatan atau sederajat, mendapat penegasan dalam Piagam PBB dan Deklarasi Majelis Umum PBB 1970. Kedaulatan itu merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa dan negara Indonesia dan senantiasa harus kita syukuri dan dimanfaatkan untuk kemakmuran bagi bangsa.

Negara Indonesia dengan letak geografis dan terbuka bagi setiap negara yang ingin saling bekerja sama kemungkinan besar akan selalu bersinggungan dengan unsur-unsur asing baik negara tetangga dan negara lainnya. Selain kondisi geografis yang demikian ini Negara Indonesia juga memiliki ciri khas sebagai Negara Kepulauan (archipelagic state) sesuai konsep negara nusantara dan telah mendapat pengakuan dari dunia internasional yang telah memasukkan ketentuan-ketentuan mengenai negara kepulauan tersebut di dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (UNCLOS 1982). Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 juga menyepakati batas laut teritorial, yaitu tidak boleh lebih dari 12 mil laut, sehingga kedaulatan negara (archipelagic state) selain atas wilayah daratan (land area), perairan pedalaman (internal waters), laut territorial (territorial sea) juga ruang udara (air space) di atasnya. Indonesia sebagai negara kepulauan berarti memiliki ketiga dimensi atas kedaulatannya (sovereignty) ditambah dengan perairan kepulauan (archipelagic waters).

Kasus yang baru saja terjadi yaitu masuknya kapal Tiongkok di wilayah perairan Republik Indonesia menjadi viral di media sosial maupun pemberitaan di televisi. Bahkan beredar video bagaimana pihak pemerintah Indonesia mengusir kapal Tiongkok namun pihak Tiongkok menolak mentah-mentah. Sebagaimana kita ketahui bahwa Wilayah perairan kepulauan Natuna kaya akan sumber hayati dan terdapat ratusan spesies ikan, hewan air dan terumbu karang. Selain itu, wilayah ini sangat strategis sebagai pangkalan militer dan urat nadi pelayaran internasional. Perlu diketahui bahwa RRT adalah salah satu produsen hasil laut terbesar di planet Bumi. Setiap tahunnya RRT memproduksi sebanyak 17 juta ton hasil laut untuk dikonsumsi dan diekspor. Belum lagi kekayaan yang ada di dalam landas kontinen di daerah Natuna yang kaya akan gas bumi yang sangat besar. Betapa strategisnya wilayah ini sebagai jalur pelayaran internasional. Jadi, tidak heran jika wilayah ini diperebutkan oleh sejumlah negara ASEAN.

Seiring dengan berita tersebut dan realitas yang ada, beberapa tokoh pemerintah bahkan tidak menjadikan itu sebuah kekhawatiran, menurutnya karena Indonesia bersahabat dengan negara China/Tiongkok. Tak hanya itu, masih banyak kasus illegal fishing yang sangat merugikan negara. Indonesia dengan potensi laut sekitar 400 milyar dollar hilang dirampas negara lain pertahunnya, tentu hal ini merupakan masalah yang perlu diperhatikan.  Dikhawatirkan ini dapat mengguncang keutuhan bangsa dan negara.

Kedaulatan tidak bisa ditawar. Negara yang kuat apabila seluruh elemen bangsa dan negara setia pada kedaulatan yang sudah dimiliki. Sebagaimana Pasal 30 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menyatakan, Tiap-tiap warga negara berhak ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia dianugerahi wilayah yang luas dan kekayaan alam yang beraneka ragam untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, semua rakyat Indonesia berkewajiban untuk melindungi dan mempertahankan wilayah Indonesia agar tetap utuh. Sikap patriotisme harus dimiliki oleh seluruh warga negara terutama para pemuda agar tertanam rasa cinta terhadap tanah air dan rela berkorban membela negara ketika mendapat ancaman dari dalam maupun dari luar. Patriotisme akan membentuk seseorang yang rela membela negaranya baik dalam kondisi aman maupun dalam kondisi penuh ancaman dan semua hal tersebut didasari oleh rasa cinta. Cinta tanah air dengan segenap jiwa raga rela memberikannya kapan dan dimanapun jika dibutuhkan dan dipanggil oleh negara untuk menjaga dan membawa nama baiknya.