Ketua Baru BRM Aktifkan Kembali Program Research Facilitator

Ket. Foto: (Kiri-kanan) Prosesi penyerahan secara simbolis jabatan ketua lama kepada ketua yang baru (Foto: dok. Panitia penyelenggara)

Sabtu-Selasa (18-28/01) Badan Riset Mahasiswa (BRM) resmi memiliki Ketua Umum baru. Zizit Miranda didaulat untuk melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Pemilihan ketua BRM tersebut berlangsung di ruangan FM 31 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang turut dihadiri oleh seluruh anggota BRM.

Sebagai ketua yang terpilih melalui Musyawarah Besar, Zizit Miranda merasa bahwa tantangan BRM ke depan adalah bagaimana menyeleraskan antara kebutuhan saat ini dengan solusi untuk menyelesaikannya yang dibangun dari riset di era industri 4.0.

“Kita tau bersama bahwa sekarang ini marak orang memperbincangkan apa-apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi era industri 4.0. Sebagai lembaga riset, BRM tentu punya peran cukup berarti untuk hal itu. Tantangannya lebih ke bagaimana kami harus bisa menyelaraskan antara apa yang dibutuhkan saat ini, dan era itu dengan apa yang akan kami teliti untuk dicari solusinya,” tutur Miranda.

Namun tentunya, Mahasiswa Program Studi Matematika ini sudah mempersiapkan strategi yang nantinya akan dijalankan bersama anggota pengurus BRM lainnya.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, saya memiliki strategi yang diaplikasikan melalui misi saya yaitu mewujudkan mahasiswa yang aktif dan kreatif dalam bidang penelitian, dengan mengaktifkan kembali program Research Facilitator. Research Facilitator adalah program dimana mahasiswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok akan mendapatkan satu fasilitator yang sudah berpengalaman di bidang penelitian. Akan ada pertemuan rutin antara anggota kelompok dengan fasilitator yang nanti outputnya adalah mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah untuk persiapan lomba atau sebagai tugas akhir dari mahasiswa yang bersangkutan,” ujarnya.

Menurutnya, program Researh Facilitator sudah ada sejak dua tahun yang lalu. Namun memiliki teknis dan konsep yang berbeda.

“Ini sudah pernah ada sebelumnya tetapi konsep dan teknis nya berbeda, di tahun ini kita upgrade lagi,” jelas Zizit sapaan akrabnya.

Sementara itu, Rina Hardianti ketua demisioner BRM menyimpan harapan besar terhadap ketua terpilih. Ia berharap lembaga yang bergerak pada bidang penelitian ini bisa lebih dikenal baik di lingkungan Universitas hingga tingkat Nasional.

“Pertama, harapan untuk ketua baru semoga bisa membawa semangat baru, membawa BRM lebih baik lagi agar bisa dikenal di Universitas dan Nasional. Semoga bisa membuat event-event yang mewadahi mahasiswa FMIPA, dan Untad juga untuk semangat riset serta membuat event LKTIN dan Pimut lagi. Dan terakhir, semoga di kepengurusan tahun ini banyak kegiatan-kegiatan  yang berbau riset dan bisa menerbitkan jurnal atas nama BRM,” terangnya penuh harap. Rin

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here