Kunjungan World Bank, Rektor Untad Harapkan Rekonstruksi dalam Waktu Dekat

Ket.Foto: Suasana kunjungan perwakilan World Bank, hadir juga pada pertemuan itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Provinsi Sulawesi Tengah, Ditjen Cipta Karya, Kementrian PUPR, dan Ir Ferdy Kana (Foto: Dok. untad.ac.id)

Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir H Mahfudz MP didampingi Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof Dr Amar ST MT menerima kunjungan perwakilan World Bank, di ruang kerja rektor, pada Rabu (28/01).

Dalam pertemuan itu, Andre Bald selaku perwakilan dari World Bank menyampaikan keprihatinan terhadap Untad sebagai lembaga pendidikan. Ia juga memberi apresiasi kepada seluruh civitas akademika yang tetap memberi pelayanan terbaik kepada mahasiswa dengan kondisi bangunan yang masih memprihatinkan.

“Kami ingin bangunan baru agar ke depannya Untad dapat menjadi lebih baik lagi, kita akan bekerja secepat mungkin dalam pembangunan, dengan fokus pada kualitas dan keamanan,” kata Andre Bald.

Prof Mahfudz menuturkan dengan kedatangan perwakilan World Bank rekonstruksi bangunan dan perbaikan fasilitas di Untad dapat terlaksana lebih cepat guna menunjang aktivitas pendidikan di Untad.

“Rekonstruksi akan diprioritaskan untuk ruang perkuliahan, rektorat, dan gedung Rumah Sakit. Sedangkan untuk ruang perkuliahan sudah dimulai sejak tahun lalu yang ditargetkan selesai pada bulan April mendatang,” tuturnya.

Dilansir dari untad.ac.id World Bank menjanjikan pembangunan gedung-gedung itu akan segera dilakukan di bulan Februari ini, dengan prioritas kualitas dan keamanan dalam pembangunannya.

“Kemudian juga akan dibangunkan kita ruang kuliah serba guna. Ruang kuliah serbaguna ini, ruang kuliah sementara tapi gedungnya permanen. Dan itu akan disediakan di setiap fakultas, satu gedung. Nah, itu nanti ketika semua rekonstruksi selesai, bisa jadi student center atau untuk kegiatan mahasiswa,” tutur Prof Mahfudz.

Ditemui reporter Media Tadulako, Prof Amar, berharap agar pembangunan yang dijanjikan pihak World Bank dapat segera terealisasi mengingat kondisi Untad yang sudah terdesak.

“Harapan kami tentunya agar cepatnya realisasi dari pembangunan yang sudah direncanakan, mengingat kondisi yang sudah terdesak baik dari segi perkuliahan maupun perkantoran, apalagi rektorat sebagai simbol dari suatu universitas,” jelasnya.

Prof Amar menambahkan agar bantuan dari World Bank tidak hanya berhenti pada pembangunan, tetapi juga dalam bantuan pemenuhan fasilitas dalam pembelajaran.

“Harapan lainnya agar bantuan dari pihak World Bank dapat terus berlanjut, tak hanya akan terhenti pada pembanguan karena kita masih membutuhkan fasilitas yang dapat menopang kegiatan-kegiatan akademik di Untad,” tutupnya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here