Menuju UNTAD Bertaraf Internasional, IPCC dan UPT Bahasa Adakan Pembelajaran Rutin Bahasa Inggris

Ket. Foto: Suasana pembelajaran bahasa Inggris (Foto: Dok. untad.ac.id)

Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas dari suatu instansi, maupun universitas. Melihat hal itu International Publication and Collaborative Centre (IPCC), bekerja sama dengan UPT Bahasa, Universitas Tadulako (Untad), melaksanakan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris rutin, di Gedung Rektorat, pada Rabu (29/01).

Kegiatan ini diikuti oleh penanggung jawab IPCC, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Ketua Lembaga Penjaminan dan Pengembangan Mutu Pendidikan (LPPMP), Sekretaris LPPMP, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Kepala UPT Bahasa dan tenaga inti IPCC Untad.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Hanya saja pada tahun ini, kegiatan ini dilakukan perdana oleh IPCC,” ungkap Ketua Senat Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS  dilansir dari laman untad.ac.id.

Prof Basir menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah tenaga IPCC dapat memahami bahasa Inggris secara lebih praktis.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tenaga IPCC dapat memahami bahasa Inggris, sehingga ke depannya dapat memudahkan dalam aktivitas yang berkaitan dengan artikel dan jurnal yang bereputasi internasional,” jelas Prof Basir.

Ditemui reporter Media Tadulako, Kepala UPT Bahasa, Abdul Kamaruddin SPd MEd PhD mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk follow up dari visi Untad 2020-2025.

“Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah visi Untad 2020-2025 yaitu Universitas Tadulako menjadi perguruan tinggi berstandar internasional dalam mengembangkan IPTEKS berwawasan lingkungan hidup, sehingganya salah satu bentuk penerapannya yaitu melalui penguasaan bahasa internasional,” jelas Abdul.

Abdul mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sifatnya fleksibel, dengan target kemampuan dalam menguasai skills dalam bahasa Inggris.

“Kegiatan ini sifatnya fleksibel, jadi tidak terjadwal, tergantung koordinasi dari pihak IPCC, selain itu dalam pembelajarannya fokus dari kegiatan ini adalah penguasaan skills di bahasa Inggris, contohnya melalui presentasi,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan agar dapat terus berjalan, sehingga lebih mudah dalam penguasaannya, juga dapat berkembang tidak hanya di IPCC tapi ke depannya pada civitas akademika Untad lainnya.

“Tentunya kegiatan ini diharapkan agar bisa terus berlanjut, karena bahasa merupakan kebiasaan, sehingga harus sering dilatih dan digunakan. Kami juga berharap ke depannya, agar kegiatan ini dapat berkembang tidak hanya di IPCC,” jelasnya

Diakhir wawancara Kepala UPT Bahasa berharap agar ke depannya penguasaan bahasa Inggris di Untad akan terus berkembang, dan menuju Untad yang bertaraf internasional. Adr