Peningkatan Keamanan UNTAD, UPT Security Minta Adanya Koordinasi dan Komunikasi

Ket. Foto: Wakil UPT. Security UNTAD, Kasmad SHi (Dok. Foto: Adr/MT).

Kejadian pencurian maupun kehilangan di Universitas Tadulako (Untad), menjadi salah satu keresahan baik bagi mahasiswa, maupun civitas akademik lainnya. Awak Media Tadulako berkesempatan menemui pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Security, di Gedung UPT Security, pada Kamis (30/01). Selaku Wakil Koordinator Security, Kasmad S Hi menjelaskan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penipuan maupun kehilangan.

“Ada dua hal yang menyebabkan kasus kehilangan maupun penipuan, diantaranya keteledoran dan kurangnya komunikasi, antara pihak yang menjadi korban ke UPT Security,” jelasnya.

Salah satu hal yang berkaitan dengan kehilangan, adalah keteledoran yang nantinya membuka peluang besar pada kasus kehilangan.

“Setiap harinya paling kurang ada lima motor yang didapatkan dengan kunci yang tertinggal, hal itu tentunya membuat peluang besar bagi pencuri. Lebih parahnya biasanya bahkan ada handphone yang juga ikut tertinggal di motor,” ungkap Kasmad.

Hal lainnya adalah komunikasi, kurangnya komunikasi antara pihak yang dirugikan pada pihak UPT Security, membuat lambatnya informasi, juga pergerakan.

“Sudah beberapa kali kejadian, hanya saja korban biasanya hanya menyimpan sendiri informasi, dan melapor hanya pada kenalannya saja. Sehingga pihak kami lambat dalam penanganan,” tuturnya.

Kasmad memberi contoh kasus yang baru saja terjadi, tentang kasus pencurian dengan kedok minta tolong. Pihak security mengetahui kasusnya setelah pelaku tertangkap.

“Contohnya adalah kasus yang belum lama terjadi, pihak kami tahu saat pelaku sudah tertangkap, dan untuk penyelesaiannya diserahkan ke pihak birokrasi,” katanya.

Solusi dalam peningkatan keamanan di Untad, adalah dengan adanya kerja sama antara pihak fakultas, juga peningkatan fasilitas yang dapat membantu.

“Kami dari pihak security sebisanya memantau dan menjaga, hanya saja dengan keterbatasan jumlah membuat kami susah untuk menjangkau semua tempat, karena itu kami meminta kerja sama di setiap fakultas khususnya masalah parkiran agar dapat lebih ditertibkan. Begitu juga dengan pengadaan fasilitas penunjang keamanan, salah satunya dengan pengadaan cctv di tempat-tempat umum,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, awak Media Tadulako berkesempatan untuk mewawancarai salah satu korban penipuan dengan kedok minta tolong. Korban berinisial D, mahasiswa FKIP angkatan 2018.

“Pelaku mencari kesempatan dengan menunggu di Bank dan memperhatikan mereka yang akan membayar UKT, mencari korban dengan kedok minta tolong diantar, saat diantar diajak bercerita dan mulai menjalankan aksinya,” terangnya.

berharap agar ke depannya, dengan adanya kasus yang terjadi dapat membuat semua pihak lebih berhati-hati, juga meningkatkan hal dari segi keamanan khususnya di Untad. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here