Untad Bersama Islamic Relief Laksanakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Ket. Foto: Ketua LPPM saat memberikan sambutan (Foto: Nursyamsi/MT)

Jumat-Senin (07-10/02) – Universitas Tadulako (Untad) bersama Islamic Relief laksanakan Pelatihan Kewirausahaan Pemasaran dan Pembukuan guna membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak bencana. Bertempat di LabSchool Universitas Tadulako (Untad), kegiatan tersebut mengusung tema, “Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Terdampak Bencana di Kota Palu dan Kabupaten Sigi”.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Ketua LPPM Untad, Dr Ir M Rusydi H SSi MSi, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Universitas Tadulako (Untad) dan Islamic Relief untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pasca gempa. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada para peserta karena antusias mereka datang untuk menerima pelatihan tersebut.

“Kami dari Universitas Tadulako mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah hadir di pelatihan Kewirausahaan. Kegiatan ini sebenarnya merupakan bentuk kerja sama antara Universitas Tadulako dan Islamic Relief untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pasca gempa,” tuturnya.

Dr Rusydi menambahkan, bahwa kegiatan tersebut sangat penting bagi Untad dalam mengembangkan program pengabdian pada masyarakat. Ia berharap dengan diadakannya pelatihan Kewirausahaan dapat membantu dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdampak bencana di Kota Palu, Sigi, dan Donggala.

“Melalui kegiatan seperti ini menjadi sangat penting bagi Universitas Tadulako dalam mengembangkan program pengabdian pada masyarakat. Saya berharap dengan diadakannya pelatihan Kewirausahaan dapat membantu dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdampak bencana di Kota Palu, Sigi, dan Donggala,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr H Ramli Hatma SE MM selaku ketua panitia, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat yang terdampak bencana untuk bangkit kembali dalam mengelola perekonomiannya.

“Tujuan diadakannnya kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat yang terdampak bencana untuk bangkit kembali dalam mengelola perekonomiannya. Sehingga, materi yang diberikan juga bersifat praktis dan tidak teoritis, agar lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Dr Ramli.

Lebih lanjut, Dr Ramli berharap kegiatan tersebut dapat membawa berkah dari Tuhan dan semoga masyarakat bisa menerima transfer knowledge yang diberikan dan mampu melaksanakannya. Olehnya, masyarakat dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka melalui pelatihan ini secara bertahap. NSD