Untad dan IAI Sulteng Tandatangani MoU dan MoA Pembukaan Prodi Profesi Arsitek

Ket. Foto: Proses penandatanganan MoU dan MoA antar IAI dan Untad (Foto: Dok. Panitia Penyelenggara)

(Senin, 27/01) – Bertempat di Ruang Senat Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Teknik Arsitektur bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Tengah (Sulteng) tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembukaan Program Studi Profesi Arsitek (PPAr), sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Jurusan Teknik Arsitektur dan IAI Sulteng.

Dilansir pada laman untad ac.id, dalam sambutannya Prof Dr Ir Mahfudz MP menuturkan bahwa seiring dengan adanya Undang-Undang  (UU) yang dikeluarkan tentang profesi arsitektur, maka lulusan arsitektuk diharapkan dapat melanjutkan ke tahap Profesi Arsitektur dan memiliki jalan untuk mendapatkan sertifikat dan menjadi arsitek handal ke depannya.

“Menjadi sarjana Arsitektur saja belum cukup untuk dapat bersaing di dunia luar dan mengharuskan untuk melanjutkan Profesi Arsitektur. Fatek sudah jeli melihat peluang untuk memberikan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Profesi Arsitek. Hanya saja lama studi mahasiswa dapat dipercepat agar bisa segera melanjutkan ke PPAr lebih awal,” tuturnya.

Senada dengan Rektor Untad, Dr Eng Andi Rusdin ST MT MSc Selaku Dekan Fatek mengatakan bahwa di Indonesia, sedang gencarnya diberlakukan standardisasi untuk semua profesi termasuk, profesi di bidang Arsitektur. Dengan begitu dilakukan upaya untuk menjalin kerja sama dengan tujuan untuk meningkatkan mutu kurikulum di Jurusan Teknik Arsitektur.

“Saat ini standardisasi profesi begitu gencar dilakukan, setiap lulusan diminta untuk memiliki standar terkait profesinya. Maka dari itu dengan peminat Jurusan Teknik Arsitektur yang cukup banyak, maka dari itu dilakukan upaya untuk menjalin kerja sama dengan IAI.  Dengan harapan dapat membantu peningkatan kurikulum, sehingga lebih modern dan futuristik, agar dapat bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut saat ditemui Reporter Media Tadulako, Dr Andi Rusdin menjelaskan sistematis dari proses perencanaan pengajuan pembuatan PPAr, mulai dari proposal sampai pada hal-hal fundamental yang harus dilakukan.

“Yang penting sebenarnya ada pada syarat-syarat dan UU yang harus dipenuhi, dimana nantinya setelah itu dilakukan pembuatan proposal, pengiriman, pengevaluasian, perbaikan sampai kepada tercapai persetujuan untuk pembentukan Prodi tersebut. Dan yang perlu diketahui adalah penentu dari terwujudnya suatu prodi adalah melalui Menteri dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) juga pada tingkat kejenuhan dan kurangnya Prodi Profesi di suatu Universitas,” jelas Dekan Teknik tersebut. Jnk

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here