Untad Tandatangani MoU dengan Islamic Relief Indonesia

Ket. Foto: Penandatanganan MoU Kerjasama oleh pihak Untad dan Islamic Relief (Kiri ke kanan) Prof Mahfudz dan Nanang Subana (Perwakilan Islamic Worldwide di Indonesia) (Foto: Dok. untad.ac.id)

Dalam upaya memberdayakan serta meningkatkan kapasitas masyarakat pasca bencana 28 September dua tahun silam, Islamic Relief Worldwide Indonesia, menjalin kerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad), dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja sama di Ruang Rektor, Rektorat pada Selasa (28/01).

Islamic Relief adalah lembaga bantuan internasional yang menyediakan program bantuan internasional yang menyediakan program bantuan dan pengembangan kemanusiaan di lebih dari 30 negara, melayani masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang ras, afiliasi politik, gender atau kepercayaan.

“Hasil kerja samanya akan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pengabdian, yang ke depannya dapat merangsang teman-teman dari Universitas Tadulako untuk melakukan pengabdian, maupun penelitian,” ungkap Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof Dr Amar ST MT.

Dilansir dari untad.ac.id dalam MoU, Untad nantinya akan menentukan peserta di beberapa pelatihan, sekaligus menentukan jumlah sampel dan target responden untuk di survey. Rangkaian kegiatan terdiri dari pelatihan kewirausahaan, pelatihan pemasaran dan pembukuan, dukungan pemasaran, loka karya pemberlajaran, survey keberhasilan penerima bantuan, dan rapat pendirian koperasi.

Output dari setiap kegiatan yang dilaksanakan nantinya akan lebih ke pengabdian masyarakat, sekaligus pengaplikasian hasil-hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Islamic Relief, yang telah dilaksanakan di beberapa tempat, dengan Islamic Relief sebagai penyandang dana,” jelas Prof Amar.

Dilansir dari halaman Islamic Relief Indonesia, kerja sama akan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi untuk dapat memulihkan perekonomian di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

“Materi-materi yang disiapkan pada setiap pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga diharapkan usaha yang dijalankan bisa terus tumbuh secara berkelanjutan, dan mampu menyerap tenaga kerja dan memulihkan perekonomian masyarakat yang sempat jatuh saat bencana gempa,” kata Dr H Ramli Hatma SE MM selaku ketua pelaksana kegiatan pelatihan kerja sama Untad dan Islamic Relief Indonesia.

MoU yang disepakati ditandatangani oleh Prof Dr Ir Mahfudz MP, selaku Rektor Untad, dan Nanang Subana selaku Perwakilan Islamic Worldwide di Indonesia, yang turut didampingi tim lainnya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here