Bersama Dinas KOMINFO, FATEK Laksanakan Workshop Smart Province

Ket.Foto: Kepala Dinas KIPS Provinsi, Faridah Lamarauna membawakan materi smart province (Foto: Dok. Panpel)

Universitas Tadulako (UNTAD) melalui Fakultas Teknik (FATEK) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), laksanakan Penyelenggaraan Diseminasi Informasi Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Melalui Workshop Smart Province dengan tajuk “Menuju Integrasi Satu Data” di Ruang Senat FATEK, pada Kamis (27/02).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengelola sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) di masing-masing perangkat provinsi, akademisi Fatek, pemerhati IT dan startup binaan Dinas Perindag Provinsi yang terhubung dalam inkubator bisnis Maleo Techno Centre.

“Provinsi pintar adalah provinsi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengelola sumber daya dengan efektif dan efisien. Pelaksanaan Provinsi pintar juga merupakan salah satu realisasi visi dan misi sulteng yaitu sulteng yang maju mandiri dan berdaya saing visi misi 2016-2021,” jelas Faridah Lamarauna selaku Kepala Dinas KIPS Provinsi, selaku pemateri.

Keterbatasan dalam hal anggaran dan sumber daya manusia (SDM), khususnya yang berstatus ASN yang masih kurang, menjadi dasar pelaksanaan workshop.

“Adapun tujuan dari kegiatan hari ini adalah, menyampaikan kepada publik pencapaian DKIPS dalam mewujudkan smart province, menerima massukan dari publik khususnya akademisi, praktisi IT, mahasiswa bidang IT, dan ASN sebagai penanggungjawab SPBE, dan membuka ruang kerja sama kepada para stakeholder, khususnya para akademisi praktisi IT, mahasiswa bidang IT dalam membantu DKIPS dalam mewujudkan Smart Province Menuju manajemen Satu Data,” tuturnya.

Dilansir dari kominfo.sultengprov.go.id, selaku pemateri kedua Ir Ilyas Palantei MSc PhD, menjelaskan bahwa untuk membangun sebuah smart province harus berawal dari smart city dan smart regency.

“Sebelum membangun sebuah provinsi pintar, kita harus bersama-sama turut membangun smart city maupun smart regency, yang meliputi smart village, smart area, smart campus, dll. Selain itu peningkatan kesejahteraan, kemandirian dan budaya masyarakat juga harus ditumbuhkan bersama,” jelas Ir Ilyas.

Ir Ilyas berharap agar stakeholder dapat memberikan sumbangsi, untuk bersama-sama dengan dinas KIPS Provinsi dalam membangun smart province dalam mewujudkan Sulawesi Tengah maju mandiri dan berdaya saing. Adr