Bertemakan Linkungan, Sejumlah Mahasiswa Untad Inisiasi Kemah Pesisir

Ket. Foto: Proses pemilihan dan pengelompokkan jenis-jenis sampah (Foto: dok pribadi peserta kegiatan)

Peduli lingkungan dari pencemaran sampah plastik, sejumlah mahasiswa Untad yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Literasi dan Alam inisiasi Kemah Pesisir bertajuk “Langkah Kecil untuk Selamatkan Bumi”, pada Sabtu s.d Minggu (07-08/03) bertempat di Pantai Kaluku, Desa Limboro Kabupaten Donggala.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Limboro, Muhammad Kifli mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Sahabat Literasi dan Alam. Ia berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi media pembelajaran yang baru.

“Dari pihak Pemerintah Desa sendiri menyambut dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Terkait temanya diskusi lingkungan dan aksi sisir pantai. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi wacana dan media baru untuk proses belajar terkait sampah plastic, bagi pengembangan desa secara khusus dan masyarakat Limboro pada umumnya. Apalagi ini berkaitan dengan konsep kepariwisataan,” ujarnya.

Kepala Desa juga menjelaskan kegiatan yang dilakukan teman-teman komunitas Sahabat Literasi dan Alam merupakan kesiapan sosial dalam pengembangan wisata untuk penanggulangan sampah.

“Kegiatan ini menimbulkan kesadaran lokal terkait kesiapan sosial bagaimana mengembangkan wisata yang terkait dengan adanya sampah. Sehingga proses yang dilakukan teman-teman mahasiswa merupakan penanganan atau pencegahan sampah. Karena kalau bicara soal sampah bisa menjadi ancaman bisa juga menjadi potensi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama. Ketua Panitia, Moh Safar Basri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai media kampanye mengenai bahaya sampah plastik dan cara pengelolaannya. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengolaan sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat

“Kegiatan yang bertajuk Kemah Pesisir ini bertujuan sebagai media kampanye mengenai bahaya dari sampah plastik dan cara pengelolaannya. Dengan harapan masyarakat luas sadar akan bahaya dari sampah plastik dan masyarakat juga memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola sampah yang ada agar bisa dijadikan barang yang berguna dan bermanfaat,” harapnya.

Lebih lanjut, Moh Safar menyebutkan bahwa ada beberapa item kegiatan Kemah Pesisir, diantaranya pemutaran film documenter Pulau Plastik, Aksi bersih pantai, Sesi sharing pengelolaan sampah menjadi pupuk, serta sharing bahaya sampah mikroorganisme.

“Kegiatan ini terdiri dari beberapa item kegiatan seperti pemutaran serial film Pulau Plastik yang dimana didalam film ini bercerita tentang dampak dan upaya-upaya mengurangi sampah, terkhusus sampah plastik. Selain itu ada juga diskusi tentang lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah, games edukatif, pembersihan pesisir pantai, pementasan seni dan kegiatan lainnya,” papar Safar.

Tidak hanya komunitas Sahabat Literasi dan Alam, Kemah Pesisir ini juga diikuti beberapa komunitas lain yang ikut berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan. Rin