FKM Adakan Penelitian Cegah Stunting pada Balita

Ket.Foto: Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil (Foto: Dok. Narasumber)

Bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Tadulako (Untad) adakan penelitian dalam rangka menurunkan angka stunting pada anak, di Puskesmas Siniu, pada Rabu dan Jumat (4 & 6/03).

Ditemui reporter Media Tadulako, Dr Rosmala Nur MSi selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (Wadek Biduk), FKM Untad menjelaskan dua penelitian yang dilaksanakan oleh FKM.

“Kegiatan penelitian ini merupakan kerja sama dengan dosen FKM, dengan mengangkat dua judul penelitian. Judul pertama tentang “Efek Kelor Terhadap Kandungan Hemoglobin Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting” dan judul kedua “Efek VCO dan Blondo dalam Meningkatkan Berat Badan Bayi Baru Lahir dalam Bentuk Biskuit,” jelasnya.

Dr Rosmala menjelaskan bahwa Ibu hamil yang menderita anemia, akan mempengaruhi tumbuh kembang janinnya. Sehingga anak yang dilahirkan tumbuh kembangnya tidak akan berjalan dengan baik dan terjadi stunting.

“Pada penelitian pertama, akan diberikan dua sendok makan biskuit kepada Balita yang berat badannya rendah, sedangkan pada ibu hamil akan diberikan tablet kelor dan VCO,” ungkap Dr Rosmala.

Ia menambahkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dan Focus Group Discussion (FGD) dilaksnakan pada tanggal 4, dengan seluruh SKPD terkait di Kabupaten Parimo. Sedangkan pada tanggal 6, dilakukan intervensi pada semua ibu hamil.

“Semua ibu hamil akan dikumpulkan, dua puluh ibu hamil diberikan tablet kelor dan VCO, dengan pembandingnya dua puluh ibu hamil yang hanya diberikan tablet penambah darah sebagai sampel dalam penelitian,” jelasnya.

Penelitian yang dilaksanakan disambut baik oleh Kepala Bidang (Kabid) Litbang, Drs Dipan Wiraksa menyambut baik penelitian ini, karena sangat berguna untuk penurunan stunting di Parigi Moutong.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik penelitian ini, karena melihat angka persentase stunting di Parigi sebesar 33% melebihi ambang batas 20%,” katanya.

Kabid Litbang berharap agar penelitian ini dapat berhasil dan dapat diterapkan di kecamatan lain di Parigi, dan Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami berharap agar penelitian ini bisa berlangsung dengan baik, dan membawa dampak positif, bagi masyarakat,” tuturnya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here