Gunakan Metode Geofisika untuk Memprediksi Kebencanaan di Sulawesi Tengah

“Muhammad Rusli M, S.Si, M.Si”

Pada edisi kali ini, awak Media Tadulako berkesempatan berbincang dengan Muhammad Rusli M, S.Si., M.Si terkait penelitiannya bersama timnya. Penelitiannya terkait kebencanaan di Sulawesi Tengah, dengan topik Proyek Pengembangan Rencana Ketahanan Risiko Bencana Daerah di Sulawesi Tengah ( Project For Development of Regional Disaster Risk Resilence Plan in Central Sulawesi )

Apa yang melatarbelakangi Anda dan tim melakukan penelitian tersebut ?

Universitas Tadulako mempunyai kewajiban tiga pilar yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian. Pasca terjadinya Gempa dan Tsunami 28 September Tahun 2018, kota Palu mengalami banyak kerusakan. Peran peneliti dalam hal ini dosen-dosen dan mahasiswa wajib mendukung proses  pengurangan risiko bencana atau mitigasi bencana, segala lini dilakukan untuk pengurangan segala bencana. Sehingga ke depannya bisa lebih diprediksi kemungkinan terjadinya suatu bencana tsunami maupun liquifaksi.

Universitas Tadulako dalam hal ini menjalin kerja sama dengan para peneliti yang berasal dari internal ataupun eksternal wilayah Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan kerja sama dengan para peneliti dari beberapa Universitas di Indonesia yaitu UGM, ITB, ITS, dan Universitas Pertamina, serta para peneliti dari luar Indonesia yaitu peneliti dari Universitas Kyusu dan Universitas Kyoto dalam hal ini dinisiasi oleh perusahaan JICA Jepang.  Penelitian ini muaranya ke pengurangan risiko bencana dalam hal penguatan infrastruktur di Kota Palu.

Metode apa yang digunakan dalam penelitian tersebut?

Penelitian yang terstruktur bagi keilmuan fisika dan khususnya geofisika akan melihat karakteristik terstruktur dan struktur tanah di bawah permukaan bumi dengan menggunakan metode-metode geofisika. Metode yang digunakan yaitu geolistrik, seismik, geoteknik, dan CPT (Cone Penentrating Test).

Pertama, melakukan pengukuran geolistrik yang bertujuan untuk melihat citra resistivitas di bawah permukaan yang mungkin sampai 100 meter ke bawah tanah, kekerasannya, fluidnya ,  kandungan airnya berdasarkan resistivitas tanah itu. Selanjutnya melakukan metode seismik, metode seismik itu terkait dengan ketahanan bangunan yang ada di permukaan bumi, frekuensi, dan amplifikasinya. Misalkan jika terjadi gempa dengan skala 5 skala richter, kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada bangunan-bangunan di kota Palu dan sekitarnya. Ke depannya akan dilakukan pemetaan patahan di perairan teluk palu bersama JICA dan Universitas Kyusu. Selain dari peneliti-peneliti luar dari Universitas Tadulako yaitu ada dari lingkup dalam Universitas yakni dosen fisika khususnya geofisika berserta mahasiswa fisika. Serta juga melibatkan dosen dan mahasiswa dari Jurusam Teknik Sipil.

Bagaimana proses pengambilan data tersebut?

Prosesnya yaitu dengan memetakan spot-spot patahan dan tujuannya untuk mengetahui dan melihat pemicu terjadinya tsunami yang ada di teluk Palu. Sebagaimana kita ketahui bahwa pemicu tsunami yang terjadi di Kota Palu tidak seperti di daerah-daerah lain yang sapuannya satu kali merata, tetapi di perairan teluk palu berbeda pola.  Pola sapuan tsunami di Kota Palu itu bergelombang dan spotnya bermacam-macam, serta kita akan melihat polanya dengan pengukuran bathymetri dengan menggunakan sounding ecosounder dan kita akan lihat profil bawah permukaan perairan kota palu seperti apa dan mudah-mudahan spot-spot patahan itu bisa kita dapatkan.

Sedangkan pengambilan data untuk liquifaksi dilakukan di tiga lokasi yaitu di daerah Balaroa, Petobo, dan sekitar kantor Bupati di desa Bora Kabupaten Sigi. Penelitian dilakukan untuk melihat perilaku liquifaksi beserta prosesnya. Jadi ada 28 sumur yang akan kita lakukan pemasangan pemantauan muka air di Kabupaten Sigi.  Perilaku muka air tanah ini akan menjadi karakteristk khusus mekanisme terjadinya liquifaksi dan mudah-mudahan dari kegiatan yang kita lakukan itu ada informasi unik yang kita diperoleh terkait kejadian liquifaksi. Dalam hal ini kita sudah memberi nomenclature dengan istilah nalodo. Nalodo itu sekarang sudah dijadikan sebagai pusat riset liquifaksi yaitu Nalodo centre yang berada di Fakultas Teknik.

Apakah hasil data yang diperoleh ini akan berupa laporan penelitian?

Hasil penelitian ini berupa laporan dan sifatnya enginer, maka laporan yang akan disuguhi adalah laporan detail terkait dengan syarat teknis pembangunan infrastruktur yang ada di Kota Palu dan kompleks perkantoran Bupati. Khusus di daerah perkantoran Bupati di desa Bora di Kabupaten Sigi, itu kita akan merekomendasikan kelayakan infrastruktur dalam hal ini kantor-kantor yang ada di sekitar perkantoran Bupati. Sehingga diketahui keadaan bangunan tersebut masih layak dipertahankan keberadaannya atau di relokasi ke tempat lain.

Apa Harapan Anda dari penelitian ini?

Tentunya melalui kegiatan penelitian ini diharapkan mahasiswa yang terlibat mempunyai empati terhadap kebencanaan. Serta keterlibatan mahasiswa itu tentunya agar wawasan mahasiswa lebih luas dan belajar berkomunikasi dengan peneliti asing. Output dari penelitian dilakukan ini akan diambil topik-topik penelitian tertentu yang akan dijadikan tugas akhir atau skripsi mahasiswa, dalam hal ini ada 7 topik skripsi yang akan dihasilkan dari proyek kerja sama ini tekait dengan topik geotektonik,  topik geontrologi, likuifaksi, perilaku, mekanisme, dinamika, kemudian seismitas dan mikrotremor. Serta diharapkan hasil penelitian dalam proyek pengembangan rencana ketahanan risiko bencana ini akan berdampak positif bagi masyarakat kota Palu dan sekitarnya. Er