KSEI FIESTO UNTAD Telmireg FoSSEI Sulteng-Gorontalo Optimalkan Ekonomi Digital dan Halal Life Style

Ket. Foto: Foto bersama panitia dan peserta Telmireg FoSSEI (Foto: Dok. Panitia Penyelenggara)

Kelompok Studi Ekonomi Islam Forum Studi Ekonomi Syariah Tadulako (KSEI FIESTO) Universitas Tadulako (Untad) pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan Temu Ilmiah Regional Forum Silaturrahmi Studi Ekonomi Islam (Telmireg FoSSEI) Sulteng-Gorontalo, dengan tema “Optimalisasi Ekonomi Digital dan Halal Life Style Menuju Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia”. Digelar selama lima hari Rabu s.d Minggu (4-8/03) dan dilangsungkan di lingkungan Universitas Tadulako.

Telmireg merupakan agenda FoSSEI di tingkat regional sebagai ajang silaturahim antar KSEI se-regional. Berbagai macam kegiatan mewarnai TELMIREG FoSSEI yakni Talkshow, Olimpiade Ekonomi Islam, Business Plan, Simposium, Video Edukatif, Gathering Night, dan sesi terakhir Field Trip. Para peserta berasal dari empat KSEI di Sulawesi Tengah dan satu KSEI dari Gorontalo.

Dalam sambutan, pembina KSEI FIESTO, Ahmad Syatir SE ME menyampaikan untuk menyebarkan dakwah agama islam tidak hanya melalui kajian keagamaan, banyak bidang yang bisa menjadi wadah dakwah, salah satunya ekonomi. Fakta tersebutlah yang melopori kegiatan Telmireg dilangsungkan.

“Gerakan ilmiah di bidang ekonomi islam harus lebih giat ditekuni lagi, karena didasari pada kecenderungan sekarang bahwa perhatian agama hanya fokus pada kegiatan bersifat non-muamalah. Kita menjadi luput muamalah atau hubungan sesama manusia itu juga penting.  Ini menjadi fokus dari kegiatan ini untuk mendakwahkan islam dari sisi ilmiah dalam bidang ekonomi,” ujarnya.

Fatarik Sulaya selaku ketua panitia mengungkapkan tema yang mereka angkat berdasarkan pada fenomena ekonomi saat ini yang mengarah pada digitalisasi. Sehingga terjadi perubahan pada gaya hidup masyarakat. Maka dari itu, mengoptimalkan ekonomi syariah sangat penting agar pola hidup tetap berdasar pada tuntunan Islam. Ia juga berharap, usai terlaksananya kegiatan tersebut, kesadaran mahasiswa mengenai ekonomi syariah menjadi lebih baik dan dapat menjadi pembiasaan diri dalam lingkup bermasyarakat.

“Era digitalisasi terus menyasar berbagai sektor kehidupan, salah satunya sektor ekonomi. Realita tersebut membawa perubahan gaya hidup masyarakat, gaya hidup berdasar pada syariat Islam makin tergerus. Oleh karena itu, kita harus mengoptimalkan era digital ini untuk mengembangkan ekonomi syariah, sehingga gaya hidup kita tetap pada tuntunan ajaran Islam. Saya berharap usai kegiatan, mahasiswa jadi lebih sadar akan ekonomi syariah dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.  fha

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here